Home » News » Pemerintah Berikan Jaminan Hidup Bagi Para Korban Longsor Ponorogo

Pemerintah Berikan Jaminan Hidup Bagi Para Korban Longsor Ponorogo



Jakarta – Pada hari sabtu (01/04/2017) pukul 09.30 WIB kemarin telah terjadi bencana longsor di di Desa Banaran, Kecamatan Pulung, Ponorogo. Jauh sebelum itu, tepatnya sejak 11 Maret lalu, sudah terjadi retakan di lereng bukit. Informasi ini diungkap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Pemerintah Berikan Jaminan Hidup Bagi Para Korban Longsor Ponorogo

Longsor Ponorogo

“Sudah ada retakan 30 sentimeter setelah hujan lebat,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, dalam jumpa pers di Jakarta, Minggu (2/4/2017) siang.

Oleh karena itu, Kementerian Sosial (Kemensos) menyiapkan bantuan jaminan hidup bagi korban tanah longsor di Dusun Tangkil, Desa Banaran, Pulung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

“Jaminan hidup diberikan per jiwa bukan per keluarga. Warga yang masuk dalam kategori penerima huntara BNPB kami akan cek berapa anggota keluarganya. Jumlah itu yang akan mendapat jaminan hidup,” kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa saperti dilansir dari Antara, Minggu (2/4).

Khofifah mengatakan, jaminan hidup akan dibagikan setelah Tim Pemkab Ponorogo melakukan verifikasi data korban dan bupati setempat mengekeluarkan Surat Keputusan (SK).

Baca juga : 27 Orang Hilang Saat Kejadian Longsor di Ponorogo

Ia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Menteri Sosial Nomor 04 Tahun 2015, jaminan hidup diberikan kepada korban yang rumahnya rusak berat. Jaminan hidup diberikan satu kali dan pencairannya dilakukan setelah masa tanggap darurat selesai.

Khofifah meninjau lokasi tanah longsor di Ponorogo dan menyalurkan bantuan sosial senilai Rp1,34 miliar. Rinciannya Rp832 juta berupa bantuan logistik terdiri atas paket lauk pauk, family kit, food ware, selimut, matras, tenda gulung, tenda keluarga, dan sandang paket.

Sementara sisanya disiapkan untuk santunan ahli waris korban meninggal/hilang sejumlah masing-masing Rp15 juta dan maksimal Rp5 juta untuk korban luka.

Dari data yang dihimpun Kemensos hingga kini, dari 28 orang korban yang tertimbun, baru ditemukan tiga orang. Sementara yang berhasil selamat sebanyak 20 orang luka ringan dan tiga orang luka berat. Adapun jumlah rumah yang tertimbun material longsor sebanyak 22 unit.
(Muspri-sisidunia.com)