Home » Sport » Lorenzo Akui Kehebatan Rossi Sebagai Pembalap Tertua MotoGP

Lorenzo Akui Kehebatan Rossi Sebagai Pembalap Tertua MotoGP



Jakarta – Valentino Rossi adalah salah satu bukti bahwa usia bukan faktor penghalang dalam karier seorang pembalap MotoGP. Di usianya yang sudah uzur, Rossi masih konsisten bersaing dalam perebutan gelar juara dunia.

Lorenzo Akui Kehebatan Rossi Sebagai Pembalap Tertua MotoGP

Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi

Tak hanya unggul dalam popularitas, performa Rossi dalam tiga musim terakhir MotoGP juga layak diacungi jempul. Meski tak mendapatkan gelar juara dunia, setidaknya pembalap berusia 38 tahun itu konsisten finis sebagai runner-up.

Banyak pihak yang takjub atas pencapaian Rossi. Bahkan, hal itu juga diakui pembalap Ducati, Jorge Lorenzo. Pembalap yang notabene mantan rekan setim Rossi di Movistar Yamaha itu mengakuinya sebagai sosok yang unik.

“Ini tak mudah bagi Valentino untuk melanjutkan balapan MotoGP di usianya. Pembalap tertua kedua mungkin berusia 32 tahun dan ia sudah 38 tahun. Saya rasa ketika Anda di usia 38, setiap musim akan lebih sulit dari sebelumnya. Anda tak melihat banyak pembalap 38 tahun secepat Valentino,” ungkap Lorenzo seperti dikutip Tuttomotoriweb.

Setelah sempat diragukan, Rossi menunjukkan tanda-tanda bahwa dirinya akan kembali bersaing dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2017. Penilaian itu bisa dilihat dari hasil balapan MotoGP Qatar 2017 di Sirkuit Losail.

Baca juga : Balapan Perdana MotoGP 2107 di Qatar Dimenangkan Vinales

Start dari urutan ke-10, The Doctor sanggup melesat hingga sukses merebut podium ketiga. Bahkan, ia mengalahkan pembalap yang disebut-sebut sebagai rival terkuatnya, yakni Marc Marquez.

Saat ditanya apakah akan mengikuti jejak Rossi balapan hingga tua, Lorenzo yang kini berusia 30 tahun tak bisa menjawabnya. Diakuinya, ia juga ingin menikmati waktu di mana ia bisa jauh dari lintasan.

“Saya tak tahu apakah saya akan terus menikmatinya. Saya melihat Nico Rosberg (Formula 1) yang pensiun di usia 31 setelah memenangkan gelar. Setelah sepanjang hidup bekerja di sirkuit, kami bermimpi untuk sedikit ‘ketenangan’,” papar Lorenzo.
(Muspri-sisidunia.com)