Home » News » Koleksi Benda Kuno Bersejarah Hilang, Kerugian Museum Sang Nila Utama Capai Rp 54 Juta

Koleksi Benda Kuno Bersejarah Hilang, Kerugian Museum Sang Nila Utama Capai Rp 54 Juta



Pekanbaru – Petugas dari Museum Sang Nila Utama milik Pemprov Riau melaporkan sejumlah benda-benda kuno bersejarah yang hilang kepada pihak kepolisian. Kasus ini baru dilaporkan ke polisi setelah sepekan kejadian.

Koleksi Benda Kuno Bersejarah Hilang, Kerugian Museum Sang Nila Utama Capai Rp 54 Juta

Museum Daerah Sang Nila Utama Pekanbaru, Riau

Humas Polresta Pekanbaru, Ipda Dodi Vivino mengatakan benda kuno bersejarah hilang pada 13 Maret 2017. Namun kasus kehilangan benda antik itu baru dilaporkan secara resmi ke Polresta Pekanbaru pada Senin (20/3/2017).

“Atas laporan kehilangan tersebut, kini masih penyelidikan,” kata Dodi.

Dodi menjelaskan, kehilangan benda kuno tersebut dilaporkan seorang PNS bernama Betti Nara (51). Dalam laporannya, ada 7 koleksi benda kuno yang hilang di Museum Sang Nila Utama di Jl. Jenderal Sudirman, Pekanbaru.

Benda-benda yang hilang yakni 3 keris khas Melayu, pedang Melayu Sondang 1, piring celadon emas 1, kendi peninggalan zaman VOC 1, dan 1 kendi janggut .

“Pihak Museum mengklaim nilai kerugian ditaksir Rp 54.416.667,” kata Dodi.

Baca juga : Ketua AMI Mengutuk Pencuri Benda Kuno di Museum Sang Nila Utama

Laporan kehilangan benda kuno tersebut menurut Dodi dilaporkan seorang petugas kebersihan bernama Ema. Petugas kebersihan lebih dulu melaporkan kepada petugas jaga.

“Dari laporan petugas kebersihan, lantas dilakukan penghitungan barang-barang yang ada di dalam museum. Dari 119 benda kuno yang ada, ternyata ada 7 yang hilang. Kita masih kembangkan kasus ini,” ujar Dodi.

Atas kejadian ini, Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI), Putu Supadma Rudana mengutuk pelaku yang mencuri sejumlah koleksi benda-benda kuno bersejarah di Sang Nila Utama tersebut. Putu juga meminta agar polisi segera menangkap pelaku di balik hilangnya benda-benda bersejarah itu.

“Saya sangat menyesalkan hilangnya sebuah warisan budaya Indonesia dari Museum Sang Nila Utama di Riau. Ini merupakan kejahatan yang lebih berat dari korupsi, karena benda-benda pusaka tersebut tidak ternilai harganya bagi bangsa ini,” ujar Putu.
(Muspri-sisidunia.com)