Home » Hiburan » Choky Sitohang Menolak Dituding Salah Baca Pemenang Putri Indonesia 2017

Choky Sitohang Menolak Dituding Salah Baca Pemenang Putri Indonesia 2017



Jakarta – Insiden salah penyebutan nama pemenang sempat mewarnai malam Grand Final Puteri Indonesia 2017. Kala itu, Bunga Jelitha Ibrani sempat diumumkan sebagai runner-up 2 sebelum akhirnya dikoreksi dan dinobatkan sebagai pemenang Puteri Indonesia 2017.

Choky Sitohang Menolak Dituding Salah Baca Pemenang Putri Indonesia 2017

Instagram Choky Sitohang

Namun Choky Sitohang membantah insiden itu sebagai salah penyebutan pemenang. Menurut Choky, dirinya dan Zivanna Letisha tak pernah salah menyebut nama dalam amplop yang dipegangnya.

“….Kpd rekan2 media, saya memantau sebagian dr anda salah kaprah menilai situasi dan salah menulis judul berita maupun isinya. Sekali lagi, saya dan @ZivannaLetisha TIDAK PERNAH SALAH BACA atau SALAH MENYEBUT nama pemenang dan gelar di Malam Final PI ’17,” bunyi penggalan klarifikasi Choky melalui akun Instagram miliknya @sitohangchoky. “Terima kasih buat semua yang telah setia mendukung kami.”

Choky menjelaskan bahwa ia hanya menyebutkan apa yang tertera dalam amplop. Choky mengungkapkan bahwa terjadi ketidaktelitian oleh para juri saat menuliskan nama pemenang dalam kolom-kolom pada amplop tersebut.

“….Terima kasih jg buat semua penonton dan penggemar acara kami. Sy akan jelaskan bbrp poin ttg kejadian kontroversial saat kami mengumumkan Runner Up 2 dari sisi kami sbg Host:,” ungkap Choky pada penggalan klarifikasinya. “1. Tdk pernah ada ‘salah penyebutan’ saat kami membacakan hasil keputusan Dewan Juri; tetapi kekurangtelitian juri yg salah menempatkan nama finalis di kolom gelar. Bagi sy pribadi yg sudah menjadi Host PI 5 th terakhir, tdk ada kesulitan sm sekali membaca tulisan yg begitu jelas di kertas.”

Selain itu Choky juga mengungkapkan tentang penilaian juri yang sudah dilakukan sejak karantina berlangsung. Choky menuturkan bahwa para juri memiliki misi agar pemenang Puteri Indonesia 2017 bisa menorehkan prestasi lebih tinggi di Miss Universe akan datang.

Saat Bunga akhirnya diumumkan sebagai pemenang memang sempat muncul sejumlah protes dari netizen. Karena itulah Choky ikut memberikan dukungannya untuk Bunga dan menilai model berusia 25 tahun itu bisa berprestasi di ajang Miss Universe.

“…2. Perlu diingat, bhw penilaian thd finalis dilakukan sjk masa karantina. SEMUA ‘beauty pageant’ berkelas juga menggunakan bobot penilaian serupa. 3. Dewan Juri menilai finalis dr kesehariannya dlm masa karantina; Malam Final adalah bgm kompetisi tsb menjadi transparan utk dinikmati publik,” tambahnya. “4. Para Juri punya MISI menyiapkan sosok Puteri Indonesia ’17 yg kompetitif di Miss Universe ’18. Publik tdk punya ‘misi’ apapun selain mendukung jagoannya. 5. Bunga Jelitha Ibrani dianggap cocok oleh para Juri utk menjadi ‘kejutan’ menyenangkan di Miss Universe ’18.”

Klarifikasi Choky itu menuai pro dan kontra di kalangan netizen. Meski begitu, sejumlah netizen tetap memberikan semangatnya untuk Choky.

“Yang gw salut dr mas choky adalah gmn dy bs handle problem yg sedang ad di lapangan dengan komunikasi yg baik..salut buat mas @sitohangchoky,” komentar akun @windy_chanxxx. “Thanks penjelasannya. Seharusnya yg mengkalarifikasi kejadian memalukan tsb adalah dari YPI itu sendiri,” komentar akun @hendra.borxxx. “Finally, ada klarifikasi! Mas choky dan ka Zizi you guys did a great job that night!” komentar akun @missesindonexxx.

(bens – sisidunia.com)