Home » News » Zakir Naik : “Islam adalah panduan hidup”

Zakir Naik : “Islam adalah panduan hidup”



Jakarta – Beberapa waktu yang lalu Presiden Jokowi meminta masyarakat untuk menghindari konflik horizontal. Terutama saat momen pilkada berlangsung.

Zakir Naik : "Islam adalah panduan hidup"

Dr. Zakir Naik di gedung MPR

Jokowi meminta agar agama dan politik dipisahkan. Jokowi khawatir terjadi gesekan di tengah masyarakat ketika ada pihak yang tidak bertanggung jawab mencampuradukkan urusan agama dan politik.

“Dipisah betul, sehingga rakyat tahu mana yang agama, mana yang politik,” kata Jokowi saat meresmikan Tugu Titik Nol Peradaban Islam Nusantara di Kecamatan Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Jumat (24/03/2017).

Ketika pernyataan Presiden Jokowi tersebut ditanyakan kepada Dr. Zakir Naik, Zakir Naik menanggapi secara bijak sambil tersenyum. Penceramah asal India tersebut menilai agama, termasuk Islam, tidak bisa dipisahkan dengan hal apapun. Termasuk politik.

“Islam adalah panduan hidup. Islam itu memberikan segala hal. Tidak hanya salat, puasa, haji, apa yang bisa dimakan, apa yang tidak bisa dimakan, tapi bagaimana berbisnis, memerintah kota, dan negara,” kata Zakir di ruang kerja Ketua MPR Zulkifli Hasan, Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (31/03/2017).

Baca juga : Panitia Mengupayakan Agar Ceramah Zakir Naik Bisa Live Streaming

Zakir juga menjawab pertanyaan soal tafsir Al Maidah ayat 51. Zakir mengatakan terdapat dua makna “auliyaa” dalam surat tersebut.

Pertama, sebagai teman. Kata Zakir, tidak masalah berteman atau bersahabat dengan mereka yang nonmuslim. Zakir menegaskan Alquran melarang berbuat tidak adil kepada siapa pun. Termasuk nonmuslim.

“Sebagai teman membantu tidak masalah. Berbuat baik, tidak masalah. Alquran bilang, Allah melarang berbuat tidak adil kepada nonmuslim. Tapi, untuk pelindung auliyaa, apabila ada pilihan orang Islam soal kepemimpinan, muslim jauh lebih baik daripada nonmuslim,” kata Zakir.
(Muspri-sisidunia.com)