Home » News » UKWM Surabaya Kembali Angkat Masalah Global Warming dalam Kompetisi Mural Tingkat Nasional

UKWM Surabaya Kembali Angkat Masalah Global Warming dalam Kompetisi Mural Tingkat Nasional



Surabaya – Pada hari jumat (31/03/2017) kemarin Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (Fikom UKWMS) menggelar kompetisi mural tingkat nasional bertajuk “Action Needed Pollution” di kampus setempat.

UKWM Surabaya Kembali Angkat Masalah Global Warming dalam Kompetisi Mural Tingkat Nasional

Ilustrasi Global Warming

Ketua Panitia Carolina Agustine, mahasiswi FIKOM menjelaskan, kegiatan itu merupakan serangkaian dari Komunikasi Fiesta (Komfiest) atau kompetisi nasional ilmu komunikasi tahunan yang bertujuan menyampaikan pesan mengenai permasalahan Global Warming (pemanasan global) yang hingga kini masih diperdebatkan solusinya.

“Banyak orang yang menganggap isu global warming sudah basi, tapi kenyataannya masalah ini tetap harus kita hadapi. Mengatasi Global warming bukan hanya tugas peneliti, pemerintah, ataupun pihak yang dianggap mampu. Kita sebagai bagian dari masyarakat juga perlu bertindak, berdasarkan apa yang kita punya,” ungkap Carolina.

Ia mengatakan, kompetisi Mural Effect ini diikuti oleh beberapa peserta yakni dari Universitas Ciputra Surabaya, Universitas Negeri Surabaya Pascasajana dan STIKOM Surabaya.

“Penyelenggaraan kompetisi mural diadakan karena kami ingin memberi wadah bagi kreatifitas para seniman mural berkompetisi secara kreatif, kritis dan sesuai bidangnya. Tema polusi pun dipilih merujuk pada topik bagaimana gambaran dari polusi yang mengakibatkan terjadinya pemanasan global,” papar Carolina.

Baca juga : Ribuan Desa di Indonesia Belum Menikmati Aliran Listrik

Sementara itu, Yoshi Nathania menerangkan, sebelumnya peserta kompetisi ini terlebih dahulu harus mengirimkan abstrak serta sketsa mural untuk kemudian dipilih lima karya terbaik.

“Berbeda dari tahun sebelumnya, ukuran media yang digunakan untuk menggambar kali ini lebih ringkas yakni 1,5 x 1,5 meter. Karya muralis akan dinilai oleh tiga juri yakni Ign. Rys Deddy, S.Sos., M.Si., (Dosen FIKOM UKWMS), Rachmad Priyandoko (Muralis Eks Lokalisasi Dolly) dan Johanes Totok Sumarno (Fotografer dan juri lomba muralis) untuk dipilih dua juara terbaik,” urai Yoshi.

Selain itu, tambahnya beberapa karya yang telah dinilai oleh juri nantinya akan dipamerkan di area kampus UKWMS sebagai penyampai pesan kepada seluruh civitas akademika akan bahaya polusi dan bisa bersama-sama berkontribusi untuk lingkungan.

“Lebih dari sekedar ajang kreatifitas, kompetisi juga mengajak anak muda untuk turut meningkatkan kesadaran lebih dalam penanganan pemanasan global,” harap Yoshi.
(Muspri-sisidunia.com)