Home » News » Perantara Suap Pejabat PT PAL Tak Berkomentar Usai Diperiksa KPK

Perantara Suap Pejabat PT PAL Tak Berkomentar Usai Diperiksa KPK



Jakarta – Salah satu tersangka kasus dugaan suap terhadap sejumlah pejabat PT PAL, Agus Nugroho, keluar dari gedung KPK di Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Agus yang disebut berperan sebagai perantara dalam kasus ini enggan memberi komentar soal kasusnya.

Perantara Suap Pejabat PT PAL Tak Berkomentar Usai Diperiksa KPK

Perantara Suap Pejabat PT PAL

Pantauan di lokasi, Jumat (31/3/2017), Agus keluar dari gedung KPK sekitar pukul 23.40 WIB. Dia mengenakan rompi tahanan KPK berwarna oranye.

Agus berusaha menghindari pertanyaan wartawan. Dia langsung berjalan menuju mobil tahanan yang telah menunggunya untuk dibawa ke rutan Polres Jakarta Timur dan ditahan selama 20 hari ke depan.

Sebagai informasi, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pihak terkait dugaan suap kepada oknum pejabat PT PAL pada Kamis (30/3) lalu. Dalam OTT itu, KPK menyita uang sejumlah USD 25 ribu yang disebut sebagai pemberian kedua setelah sejumlah oknum pejabat di PT PAL menerima uang USD 163 ribu pada Desember 2016.

Uang itu disebut berasal dari fee agency 4,75 persen yang diterima oleh Ashanti Sales Incorporation (AS Inc) sebagai perusahaan perantara dalam proyek penjualan kapal SSV (Strategic Sealift Vessel) oleh PT PAL kepada instansi pemerintah Filipina pada tahun 2014 dengan total proyek USD 86,9 juta. Dari fee agency sebanyak 4,75 persen atau sekitar USD 4,1 juta yang diterima oleh AS Inc itu, KPK menyebut ada alokasi terhadap sejumlah pejabat PT PAL sebesar 1,25 persen atau USD 1,087 juta.

Dalam kasus dugaan suap ini, KPK telah menetapkan empat orang sebagai tersangka. Keempatnya adalah M Firmansyah Arifin selaku Direktur Utama PT PAL Indonesia, Saiful Anwar selaku Direktur Keuangan PT PAL Indonesia, Arief Cahyana selaku GM Treasury PT PAL Indonesia, serta Agus Nugroho dari pihak swasta. (bens – sisidunia.com)