Home » News » Pembentukan Satpol PP Syariah di Banjarmasin Dipastikan Gagal Terealisasi Tahun Ini

Pembentukan Satpol PP Syariah di Banjarmasin Dipastikan Gagal Terealisasi Tahun Ini



Banjarmasin – Pembentukan Satuan polisi Pamong Praja (Satpol PP) unit syariah di Banjarmasin dipastikan gagal terealisasi tahun ini. Hal tersebut dikarenakan anggaran Satpol PP dan Damkar Kota Banjarmasin hanya Rp 11 miliar. Nominal tersebut diprediksi hanya cukup hingga Juni.

Pembentukan Satpol PP Syariah di Banjarmasin Dipastikan Gagal Terealisasi Tahun Ini

Gambar ilustrasi

Padahal, Satpol PP Kota Banjarmasin berencana membentuk unit syariah sejak tahun lalu. Selain itu, sebanyak 20 anggota satpol perempuan sudah direkrut akhir tahun lalu untuk menempati unit syariah.

Baca juga : Astaga, Gadis 15 Tahun di Nunukan Sudah 6 Kali Berhubungan Badan Dengan Pacarnya

Bahkan, mereka sudah diseleksi dan dilatih secara khusus, terutama pada bidang syariah. Mereka juga diwacanakan diberi seragam khusus. Misalnya, menggunakan hijab dan seragam yang tak terlalu ketat.

Kasatpol PP dan Damkar Kota Banjarmasin Hermansyah mengatakan, pihaknya terpaksa membantalkan pembentukan unit syariah karena anggaran terbatas.

“Dana untuk operasional anggota satpol PP unit syariah tidak bisa dianggarakan,” ujar Hermansyah.

Selain karena anggaran di satpol PP dan Damkar yang minim, tidak ada aturan khusus yang mengatur mengenai satpol PP unit syariah tersebut.

Padahal, satpol PP syariah sudah dipersiapkan untuk mengawal program Magrib Mengaji yang telah digagas Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina.

Akibat kondisi tersebut, pengawasan terhadap kalangan remaja dan program Magrib Mengaji terpaksa kembali dilakukan oleh tim reguler. Sedangkan puluhan personel yang direkrut telah diarahkan untuk melengkapi anggota di regu-regu yang sudah lama terbentuk. (bens – sisisudnia.com)