Home » News » Mengaku Dinikahi Bupati Cirebon, Elly Merasa Hanya Sebagai Pelampias Nafsu

Mengaku Dinikahi Bupati Cirebon, Elly Merasa Hanya Sebagai Pelampias Nafsu



Cirebon – Dikabarkan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra telah menikah siri dengan seorang wanita. Wanita tersebut bernama Elly Indriyanti (34) yang yang merupakan warga Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, pada September 2014.

Mengaku Dinikahi Bupati Cirebon, Elly Merasa Hanya Sebagai Pelampias Nafsu

Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra

Pengacara Elly, Yudia Alamsyach mengatakan, pernikahan tersebut digelar di Pendopo Kabupaten Cirebon, Jalan Siliwangi, Kota Cirebon, di sebuah ruangan tertutup dengan dihadiri oleh kedua orang tua Elly dan seorang kiai yang bertindak sebagai penghulu.

“Saat nikah mas kawinnya sekitar lima jutaan kalau tidak salah,” sebut Yudia saat berbincang dengan detikcom, melalui sambungan telepon, Rabu (29/3/2017) petang.

Elly yang saat itu masih single mau dinikahi oleh Sunjaya yang sudah beristri dan memiliki anak dengan imingi-iming mobil, rumah, status PNS, hingga uang Rp 10 juta/bulan.

Setelah menjalani nikah siri, Elly sempat tinggal bersama Sunjaya di Pendopo. Meski tinggal satu atap namun istri sah Sunjaya tak menaruh curiga terhadap Elly. “Istri sah menganggap Elly sebagai mantan tim sukses samg suami saja,” kata Yudia.

Layaknya seorang suami istri, Elly dan Sunjaya juga melakukan hubungan istri. Namun dilakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuan istri sah Sunjaya.

“Berapa kalinya (hubungan badan) klien (Elly) sudah lupa. Tapi cukup sering. Kadang janjian melakukannya di kamar belakang (pendopo) diam-diam,” katanya.

Namun sebulan setelah dinikahi Elly mengaku tak kerasan karena hanya dianggap sebagai pembantu dan pemuas hasrat biologis semata sang bupati. Hingga akhirnya dia memilih minggat dari rumah tersebut.

“Bulan ketiga klien saya diceraikan melalui telepon oleh Pak Sunjaya,” ucapnya.

Yudia juga menuding, ‘korban’ bupati tidak hanya satu. “Nanti (lapor) apabila korban lain sudah siap,” katanya.

Pihaknya berharap laporan yang saat ini tengah diproses oleh Polresta Cirebon itu bisa menjadi pembelajaran bagi kepala dearah agar tidak mudah mengubar janji.

“Kami berharap polisi menindak lanjuti secepatnya agar perkara tetap lanjut dan ada kepastian hukum bagi klien kami,” ucapnya.

Dalam kasus ini, Yudia menyatakan tidak mempermasalahkan kasus nikah siri tersebut karena memang benar terjadi. Namun yang dipermasalahkan dan dilaporkan ke kepolisian adalah janji Sunjaya yang hingga kini belum terealisasi.

Pihaknya baru melapor baru-baru ini lantaran kliennya masih menunggu realisasi janji tersebut. Puncaknya pada 2017 ini Elly meminta bantuan pada pihak pengacara untuk melayangkan somasi hingga dua kali, namun hal tersebut tak dihiraukan oleh Sunjaya.

“Dan kemarin Kamis 23 Maret kita laporkan Pak Sunjaya atas dugaan penipuan ke Polresta Cirebon. Kita lapor ke Polres kota karena tkp-nya di Pendopo, yang berada di Kota Cirebon,” pungkas Yudia.

Sementara itu dihubungi secara terpisah, Sunjaya membantah telah membantah semua tuduhan dugaan penipuan dan nikah siri. “Orang yang dikatakan penipuan itu harus ada yang dirugikan. Sekarang bentuk kerugiannya apa? Lalu saya tidak pernah menipu dan nikah siri seperti yang dituduhkan,” ujar Sunjaya, Kamis (30/3/2017).

Sunjaya mengatakan, soal janji akan menjadikan Elly sebagai PNS pun dirasanya tidak masuk akal. Pasalnya, meski mendidiki posisi tertinggi di pemerintahan Kabupaten Cirebon dia tidak bisa semena-mena mengangkat seseorang sebagai PNS.

“Sodari Elly itu statusnya janda. Sehingga ngapain dikasih mobil, rumah, uang. Kalau level jandanya cantik seperti Dewi Persik ya mungkin masih wajar. Ini janda kampung minta mobil mewah, udah tua lagi 34 tahun,” tandasnya.

(bens – sisidunia.com)