Home » News » Ribuan Desa di Indonesia Belum Menikmati Aliran Listrik

Ribuan Desa di Indonesia Belum Menikmati Aliran Listrik



Jakarta – Aliran listrik ternyata belum bisa dinikmati 2.500 desa di seluruh Indonesia. Namun, sepuluh ribu desa menikmati listrik ala kadarnya.

Ribuan Desa di Indonesia Belum Menikmati Aliran Listrik

Gambar ilustrasi

“Misalnya, dalam satu kelurahan, hanya satu dusun yang berlistrik,” ujar Menteri ESDM Ignasius Jonan di Jakarta, Rabu (29/3/2017).

Baca juga : Setelah Cabai, Kini Giliran Harga Tomat Mulai Melonjak Drastis

Dia mengatakan, tarif yang terjangkau masih menjadi fokus pemerintah. Akibat hal tersebut, efisiensi biaya pokok produksi listrik terus diupayakan untuk diturunkan.

Pada April sampai Juni tidak ada kenaikan listrik, kecuali bagi pelanggan 900 VA yang mampu.

“Subsidi listrik mereka dikurangi pelan-pelan,” kata Jonan.

Dia memerinci, nilai subsidi listrik tahun ini mencapai Rp 47 triliun. Jumlah yang cukup besar tersebut diharapkan bisa menurun dengan pencabutan subsidi bertahap bagi sebagian pelanggan golongan 900 VA.

Sebelumnya, pemerintah mencabut subsidi secara bertahap pada Januari sampai Juni. Pencabutan subsidi itu dikhususkan pelanggan 900 VA yang masuk kategori rumah tangga mampu (RTM).

Selain itu, jika PLN mampu menggenjot efisiensi, jumlah tersebut dipastikan turun lebih banyak.

“Kalau PLN efektif dan efisien, mungkin subsidi makin lama makin turun,” imbuhnya.

Jonan menyatakan, pemerintah tengah fokus meningkatkan kapasitas listrik. Anggaran subsidi juga bisa dialokasikan untuk tujuan itu.

Di sisi lain, Direktur Perencanaan PT PLN Nicke Widyawati menambahkan, pihaknya akan terus berupaya melakukan pembiayaan energi listrik dengan sumber energi yang lebih murah.

Baik melalui sumber energi baru dan terbarukan maupun yang bersumber dari energi fosil seperti BBM dan gas. Selain itu, lanjut Nicke, pihaknya mengurangi sewa pembangkit listrik dari perusahaan lain.

“Kan banyak sekali pembangkit listrik sewa seperti yang di Sumatera Utara, yang berapa ratus mega itu,” ujarnya.