Home » News » Khofifah Terkesan Hati-hati Mengambil Sikap Terkait Pilgub Jatim 2018

Khofifah Terkesan Hati-hati Mengambil Sikap Terkait Pilgub Jatim 2018



Jakarta – Pada hari selasa (28/03/2017) kemarin Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, telah dilantik secara resmi menjadi Ketua Umum Muslimat NU masa jabatan 2016-2021. Khofifah dilantik oleh Said Aqil sebagai Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Khofifah Terkesan Hati-hati Mengambil Sikap Terkait Pilgub Jatim 2018

Khofifah Indar Parawansa

Kini, nama Khofifah kembali terdengar sebagai salah satu calon kandidat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur (Jatim) 2018. Ada empat tokoh yang diprediksi meramaikan pilgub Jatim, yaitu Saifullah Yusuf alias Gus Ipul (Wakil Gubernur Jatim), Abdul Halim Iskandar (Ketua DPRD Jatim), Khofifah Indar Parawansa (Menteri Sosial), dan Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya).

Ketika kabar tersebut dikonfirmasi langsung kepada Khofifah, ia bersikap seolah-olah tak mau buru-buru dalam menanggapi kabar tersebut. Khofifah belum memutuskan apakah akan maju atau tidak sebagai orang nomor satu di Jatim. Dia mengaku masih fokus menjalankan tugas sebagai mensos.

“Jadi begini, kalau sekarang karena saya membawa mandat menteri sosial, saya ingin memaksimalkan kinerja tugas di kemensos (kementerian sosial),” kata Khofifah di Masjid Istiqlal, Selasa (28/03/2017)

Saat ini, ketua Muslimat Nahdlatul Ulama itu masih melakukan check-sound ke semua lini masyarakat di Jatim. Baik pondok-pondok pesantren maupun tokoh setempat.

Baca juga : Ketua PBNU Resmi Melantik Khofifah Sebagai Ketum Muslimat NU

“Sambil melihat hasil survei juga. Kan ada akseptabilitas, ada elektabilitas per hari ini, per minggu depan. Sampai kemudian saya ambil posisi. Maka check sound itu penting menurut saya,” ujar Khofifah.

Saat ditanya mengenai visi dan misinya, Mba Khof, sapaan akrabnya buru-buru mengelak. Dia kukuh ingin mengetahui terlebih dahulu suara masyarakat Jatim terkait pencalonannya.

“Aduh, (visi-misi) masih jauh. Setelah check sound baru samakan persepsi,” tandas dia.
(Muspri-sisidunia.com)