Home » News » Simak, Ketua MUI Berbicara Tentang Makna Jihad

Simak, Ketua MUI Berbicara Tentang Makna Jihad



Jakarta – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin menjelaskan paham radikal terorisme telah mendistorsi nilai-nilai agama yang benar.

Simak, Ketua MUI Berbicara Tentang Makna Jihad

KH Ma’ruf Amin

Misalnya, jihad dianggap perang. Padahal, tidak semua jihad adalah perang. Jihad bisa bermakna perbaikan di segala aspek seperti sosial, budaya, politik, dan sebagainya.

Baca juga : Tim Ahok-Djarot Tanggapi Rencana Bakal Digelarnya Aksi 313

“Jihad akan berarti perang jika itu dilakukan di negeri yang sedang perang. Indonesia negara damai sehingga ayat itu tidak berlaku,” kata KH Ma’ruf di Jakarta akhir pekan kemarin.

Apalagi, Indonesia adalah negara yang dibangun di atas kesepakatan dan perjanjian dari berbagai agama dan suku.

Selain itu, nonmuslim sudah membuat kesepakatan dengan muslim untuk tidak bermusuhan. Karena itu, dia mengajak seluruh komponen bangsa untuk memberantas dan melawan paham radikal terorisme.

Menurutnya, radikalisme dan terorisme muaranya adalah untuk menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“NKRI adalah harga mati karena itu harus dijaga dipelihara dengan berbagai cara dan metode,” tegas Kiai Ma’ruf.

Kiai Ma’ruf mendukung langkah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dalam memerangi terorisme, baik dengan pencegahan maupun penindakan.

Khusus untuk pencegahan, dia menggarisbawahi pencegahan melalui dunia maya.

Menurutnya, saat ini, dunia maya menjadi alat paling efektif bagi radikal terorisme untuk menyebarkan pahamnya.

Dunia maya juga pintu yang digunakan kalangan radikalisme untuk meracuni masyarakat.

“Pencegahan melalui dunia maya ini memang tidak mudah, karena itu perlu upaya-upaya intensif untuk menanggulangi ini dan harus dikerjakan secara bersama. Dalam hal ini sinergi ulama dan umaro sangat penting, dan semua komponen bangsa juga harus dilibatkan,” ungkapnya.

(bens – sisidunia.com)