Home » News » Pengamat : “Setnov dan Golkar Pasti Memiliki Hidden Agenda Untuk Mendukung Jokowi”

Pengamat : “Setnov dan Golkar Pasti Memiliki Hidden Agenda Untuk Mendukung Jokowi”



Jakarta – Baru-baru ini Ketua Umum Partai Golkar Setya menyosialisasikan nama Joko Widodo (Jokowi) sebagai calon presiden dari partai berlambang beringin itu pada Pemilu 2019. Bahkan Golkar sudah membentuk koalisi partai yang nantinya juga ikut mendukung Jokowi sebagai Calon Presiden 2019.

Pengamat : "Setnov dan Golkar Pasti Memiliki Hidden Agenda Untuk Mendukung Jokowi"

Pengamat komunikasi politik, Ari Junaedi

Menanggapi hal tersebut, pengamat komunikasi politik Ari Junaedi menduga ada agenda tersembunyi di balik getolnya Setya Novanto mendukung Jokowi untuk maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Apalagi, kini Setnov -panggilan akrab Setya Novanto- sedang terseret-seret dalam kasus dugaan korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

“Setnov dan Golkar pasti memiliki hidden agenda untuk mendukung Jokowi sedini mungkin. Dalam politik tidak ada makan siang yang gratis, tetapi pasti sarat dengan berbagai kepentingan,” Ari di Jakarta, Selasa (28/03/2017).

Apakah Setnov semakin gencar megampanyekan Jokowi sebagai capres dari Partai Golkar karena membutuhkan perlindungan hukum dalam kasus korupsi e-KTP? β€œItu yang nanti bisa terbukti atau tidak di akhir muara persidangan kasus rasywah e-KTP,” kata pengajar di Universitas Indonesia itu.

Baca juga : Setya Novanto Menegaskan Komitmen Golkar Menenangkan Jokowi di Pilpres 2019

Dalam surat dakwaan kasus e-KTP, ketua Fraksi Partai Golkar periode 2009-2014 itu disebut ikut mengatur patgulipat proyek di Kementerian Dalam Negeri yang menelan anggaran Rp 5,9 triliun itu. Namun, dalam pengamatan Ari, selama ini Setnov memang lihat berpolitik.

Ketua umum Golkar hasil musyawarah nasional luar biasa (munaslub) di Bali itu bahkan bisa lolos dari kasus Papa Minta Saham. Setelah sempat lengser dari kursi ketua DPR karena kasus Papa Minta Saham, Setnov justru bisa terpilih menjadi ketua umum Golkar.

Mantan bendahara umum Partai Golkar itu bahkan bisa kembali lagi ke kursi ketua DPR setelah menyingkirkan Ade Komarudin. Karenanya, Ari pun menduga Setnov juga bakal lolos dalam kasus e-KTP karena kelihaiannya.

“Kepiawaian Setnov di panggung politik sudah teruji ketika dia lolos dari jeratan kasus Papa Minta Saham. Sepertinya keliahaian Setnov masih akan terlihat di kasus e-KTP,” tandas mantan wartawan yang kini mengajar di sejumlah perguruan tinggi ternama itu.
(Muspri-sisidunia.com)