Home » News » Pemesan Nasi Penek dan Tumpeng Meningkat Jelang Hari Raya Nyepi

Pemesan Nasi Penek dan Tumpeng Meningkat Jelang Hari Raya Nyepi



Bali – Permintaan beragam kebutuhan upacara meningkat tajam menjelang hari Raya Nyepi Caka 1939. Salah satunya adalah nasi penek dan tumpeng, keduanya merupakan dasar untuk pembuatan sesajen.

Pemesan Nasi Penek dan Tumpeng Meningkat Jelang Hari Raya Sepi

Gambar ilustrasi

Para pengerajinnya di Desa Blahbatuh pun kewalahan memenuhi pesanan. Bahkan, Ibu-ibu rumah pengerajin nasi penek dan tumpeng di Desa Blahbatuh, Gianyar ini tidak memiliki waktu luang lagi. Mereka harus memproduksi bahan sesajen ini sebanyak-banyaknya.

Baca juga : Hujan Lebat Mengakibatkan Banjir dan Tanah Longsor di Padangsidimpuan

Berbahan dasar beras dengan campuran tepung perakat, tangan-tangan terampil ini tiada henti seperti mesin cetak. Masing-masing orang menargetkan produksi penek sebanyak seribu biji per hari untuk memenuhi banyaknya pesanan yang harus dipenuhi menjelang Hari Raya Nyepi ini.

Sejatinya, mereka sudah memproduksi stok jauh-jauh hari. Namun persiapan itu sudah ludes diborong pedagang di pasar-pasar tradisional. Meski terlihat sederhana, menjelang Nyepi ini, penghasilan mereka secara berkelompok mencapai Rp5 juta rupiah per hari.

“Nasi penek, tumpeng dan semua ragamnya, menjadi buruan mengingat akan menghemat waktu ibu-ibu rumah tangga dalam membuat sesajen,” ujar salah satu pengrajin.

Sebenarnya, Harga yang dipatok amat murah, yakni hanya Rp3000 bungkus. Namun, karena kebutuhan masing-masing rumah tangga hitungannya puluhan bungkus, nilai yang dihasilkan pun berkali-kali lipat. (bens – sisidunia.com)