Home » News » Inilah Bendungan Sitakkurak Yang Akan Jadi

Inilah Bendungan Sitakkurak Yang Akan Jadi



Tapanuli Tengah – Mewujudkan ketahanan pangan nasional merupakan salah satu perwujudan Nawacita dan menjadi salah satu fokus pembangunan tahun 2015-2019. Salah satu yang dilakukan adalah dengan pembangunan irigasi dan bendungan.

Inilah Bendungan Sitakkurak Yang Akan Jadi

Bendungan Sitakkurak

“Keberadaan jaringan irigasi yang andal menjadi salah satu faktor pendukung meningkatnya produktivitas usaha tani guna meningkatkan ketahanan pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat khususnya petani,” tutur Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis, Minggu (26/3/2017).

Baca juga : Polisi Tangkap Seorang Penumpang Pesawat Yang Membawa Selinting Ganja

Selama ini ketahanan pangan dan kesejahteraan petani dihadapkan pada beberapa permasalahan seperti meningkatnya ancaman kekeringan dan banjir sebagai dampak dari perubahan iklim global yang diperparah oleh rusaknya lingkungan, rendahnya keandalan air irigasi salah satunya disebabkan baru 11% luas irigasi yang airnya dijamin oleh waduk, sementara sisanya 89% dari sungai, air tanah maupun sumber air lainnya.

Salah satu upaya Kementerian PUPR untuk meningkatkan ketahanan pangan, khususnya di Provinsi Sumatera Utara adalah melalui pembangunan Bendung Sitakkurak. Bendung ini menampung aliran Sungai Sirahar di Barus Kabupaten Tapanuli Tengah yang bertujuan meningkatkan indeks tanam sampai 200 persen untuk daerah irigasi Sitakkurak, Uratan dan Ladang Tengah di Kabupaten Tapanuli Tengah seluas 2200 hektar.

Kepala Balai Besar Sungai Sumatera II Baru Pandjaitan mengatakan pekerjaan yang dimulai sejak 4 November 2015 tersebut akan rampung pada 22 November 2017. Saat ini progres konstruksinya mencapai 69,87%.

“Nantinya bendung ini akan meningkatkan elevasi air sungai dengan volume 2.820,21 meter kubik per detik. Sehingga pasokan air irigasi ke area persawahan bisa tetap terjaga terutama musim kemarau,” tambahnya.

Total anggaran untuk proyek ini mencapai Rp 81,34 miliar yang dikerjakan oleh kontraktor lokal yaitu PT Hariara.

Sementara Kepala Biro Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Endra S Atmawidjaja usai meninjau bendung tersebut mengatakan selama ini petani di daerah irigasi tersebut kerap mengalami krisis air. Akibatnya produksi pertaniannya tidak optimal terutama saat musim kemarau. Sedangkan saat musim penghujan, debit air yang besar dari hulu tidak dapat terdistribusikan dengan baik akibat air langsung mengalir ke hilir (run off).

Setelah rampung, bendung ini dapat segera dimanfaatkan oleh petani untuk pengairan karna aliran sungai saat ini cukup terjaga dengan baik. Hanya saja tingkat elevasinya perlu ditingkatkan agar dapat menjangkau area persawahan terjauh.

Untuk meningkatkan kualitas pelayanan jaringan irigasi, Kementerian PUPR telah menetapkan target dalam lima tahun (2015-2019) akan merehabilitasi 3 juta hektar jaringan irigasi yang rusak. Pada tahun 2016, telah berhasil direhabilitasi 286.000 hektar dan tahun ini ditargetkan 325.000 hektar.

Dalam lima tahun, Kementerian PUPR juga menargetkan pembangunan irigasi baru seluas 1 juta hektar, dimana tahun 2016 telah menambah 53.000 hektar dan tahun 2017 ditargetkan irigasi baru selesai 79.000 hektar. (bens – sisidunia.com)