Home » News » 3 Kelurahan di Mojokerto Kembali Direndam Banjir

3 Kelurahan di Mojokerto Kembali Direndam Banjir



Mojokerto – Wilayah Kabupaten/Kota Mojokerto, Jawa Timur kembali dilanda banjir pada Minggu (26/3/2017). Selain merendam jalur utama Surabaya-Mojokerto, banjir juga merendam ribuan rumah warga di 8 desa dan 3 kelurahan di Kota/Kabupaten Mojokerto.

3 Kelurahan di Mojokerto Kembali Direndam Banjir

Banjir kembali landa Mojokerto

Bencana banjir ini terjadi sejak pukul 21.00 WIB. Banjir ini disebabkan tanggul sungai Kali Sadar yang tak mampu menampung tingginya debit air. Itu setelah hujan lebat mengguyur hampir seluruh wilayah di Kabupaten Mojokerto.

Data yang dihimpun, ada 12 desa di Kabupaten Mojokerto yang tergenang banjir. Di antaranya, Desa Gebangmalang, Jabon, Gayaman, Kwaden Kembar, Sadar Tengah, Sumberjati dan Kepuhanyar di Kecamatan Mojoanyar. Kemudian, Desa Kebondalem, Kedunggempol, dan Jotangan, Kecamatan Mojosari.

Selain itu, desa lain yang diterjang banjir yakni Desa Kali Katir di Kecamatan Gondang, dan Desa Kenanten di Kecamatan Puri. Bahkan, di Desa Kali Katir, sebanyak 8 rumah warga di bantaran sungai Klorak ambruk akibat terseret derasnya aliran air sungai.

Sementara itu, di wilayah Kota Mojokerto, banjir merendam di 3 kelurahan. Yakni Kelurahan Meri dan Kranggan, Kecamatan Kranggan. Sedangkan satu Kelurahan lain yakni Kelurahan Gununggedangan di Kecamatan Magersari. Akibatnya, ribuan rumah terendam air dengan ketinggian antara 40 sentimeter (cm) hingga 1 meter.

Menurut salah seorang warga Desa Gebangmalang, banjir mulai merendam pemukiman padat penduduk sekira pukul 22.00 WIB. Perlahan, air mulai masuk ke dalam rumah. Meskipun sejak pagi, di daerah ini air sudah mulai meluap sejak Minggu (26/3/2017) pagi.

“Kalau pagi tadi cuma sampai jalan, tapi malam tadi sudah mulai masuk ke rumah. Di dalam rumah air sampai 40 cm,” kata Wawan (45), kepada awak media, Minggu (26/3/2017) malam.

Wawan pun mengaku sudah tak tahu lagi berapa kali rumahnya terkena terjangan banjir di tahun 2017 ini. Sebab, setiap kali hujan dengan intensitas mengguyur wilayah Kabupaten Mojokerto, banjir selalu menggenang rumahnya.

“Pokoknya kalau hujan lebat sampai berjam-jam, apalagi di hulu wilayah Pacet sama Gondang sana juga hujan, pasti banjir. Karena Kali Sadar ini pasti meluap. Tidak tahu ini sudah yang ke berapa, karena sejak dulu memang sering banjir seperti ini,” tambanya.

Senada dengan yang disampaikan Syaiful, (43), warga di Jalan Jawa Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Ia mengatakan, selama dua bulan terakhir, malam ini merupakan yang kedua kalinya ia dan keluarganya harus mengungsi. Setelah, Kali Sadar yang ada di belakang rumahnya kembali memuntahkan isinya.

“Tadi jam 21.00 mulai masuk rumah dan ini semakin tinggi airnya, sampai 50 meter. Kami khawatir jadi lebih baik mengungsi dari pada air semakin tinggi,” ungkapnya.

Syaiful berharap, bencana banjir ini bisa segera di atasi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto agar tidak terjadi lagi. Pasalnya, hal itu tentunya sangat merugikan warga. Selain aktivitas mereka menjadi terganggu, banjir juga mengancam keselamatan warga.

“Harapannya bisa segera dilakukan perbaikan, tidak seperti ini terus. Masak dua bulan sudah dua kali kebanjiran seperti ini. Padahal dulu tidak seperti ini,” tandasnya.

(bens – sisidunia.com)