Home » News » Bupati Dedi Mulyadi Dampingi Ibu Yang Digugat Oleh Anaknya Sendiri

Bupati Dedi Mulyadi Dampingi Ibu Yang Digugat Oleh Anaknya Sendiri



Garut – Baru-baru ini publik dibuat heboh dengan adanya gugatan hutang yang diajukan oleh seorang anak kandung bernama Yani Suryani, bersama dengan suaminya Handoyo Adianto. Yani dan Handoyo menggugat ibu kandung dan mertua sendiri, Siti Rokayah (85), ke Pengadilan Negeri (PN) Kabupaten Garut dengan tuntutan ganti rugi sebanyak Rp 1,8 miliar.

Bupati Dedi Mulyadi Dampingi Ibu Yang Digugat Oleh Anaknya Sendiri

Dedi Mulyadi bertemu dengan Mak Amih

Oleh karena itu, wanita yang biasa disapa Amih tersebut secara langsung meminta tolong kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sebagai pengacaranya untuk membantu menyelesaikan masalah yang sedang membelit keluarga ini. Dedi pun dengan senang hati menerima permintaan tersebut.

Dedi mengungkapkan alasan di balik ikhtiar dirinya membantu Amih. Atas kasus yang membelit perempuan 85 tahun itu, dia teringat perjuangan ibunya.

“Perjuangan seorang Ibu itu tidak akan pernah tergantikan. Siapapun yang berani melawan Ibu, akan saya bela,” tegas Dedi.

Asep Yana (53), menantu Amih dari anak bungsunya, Leni Nuraeni mengatakan Yani beserta suaminya Haryanto sudah mengetahui Dedi ditunjuk sebagai kuasa hukum. Dedi, lanjut Asep, akan mengutamakan menempuh jalur kekeluargaan.

“Setelah saudara kami yang menuntut Ibu itu mendengar bahwa Kang Dedi akan menjadi kuasa, sepertinya dia ketakutan. Sudah ramai juga di media kan, kami berharap Kang Dedi bisa mengupayakan ishlah (damai),” kata Asep di Kelurahan Muara Sanding, Kabupaten Garut, Sabtu (25/03/2017) malam.

Baca juga : Tega, Ibu di Garut Dituntut Anak dan Menantunya Rp 1,8 Miliar

Asep juga menceritakan ihwal mediasi yang pernah dijalani oleh Ibu mertuanya dengan saudaranya yaitu Yani beserta suaminya Haryanto selaku penggugat.

Dalam mediasi awal sebelum masuk ke ranah persidangan di Pengadilan dalam kasus utang itu, keluarganya sudah sepakat untuk membayarkan uang sebesar Rp 120 Juta kepada Yani dan suaminya. Meski sebelumnya nilai hutang yang diatasnamakan Amih itu hanya Rp 20 Juta.

“Kami sudah sepakat, mau dibayar Rp 120 Juta. Tapi saudara saya itu tetap keukeuh, sempat tuntutannya turun menjadi setengah dari Rp 1,8 Miliar, tapi kan kami tidak mampu membayar kalau dengan jumlah segitu,” ujar Asep.

Setelah ada kesanggupan dan niat baik dari Bupati Dedi, keluarga mengaku tenang dan sedikit lega. Bahkan raut kebahagiaan terlihat dari Siti Rokayah alias Mak Amih. Dia berharap masalahnya di pengadilan segera selesai agar bisa berkonsentrasi dalam pemulihan kesehatannya.

“Alhamdulillah Kang Dedi mau bantu, Emak mah mau cepat selesai. Emak capek apalagi setelah ada masalah ini banyak wartawan datang meminta wawancara,” singkatnya.
(Muspri-sisidunia.com)