Home » News » Polres Lamongan Berhasil Menggerebek Produsen Jamu Ilegal

Polres Lamongan Berhasil Menggerebek Produsen Jamu Ilegal



Lamongan – Polres Lamongan telah menggerebek sebuah pabrik produksi jamu ilegal yang berada di wilayah Kalitengah. Kini Polres Lamongan kembali menggerebek pabrik serupa yang berada di Desa German Kec Sugio.

Polres Lamongan Berhasil Menggerebek Produsen Jamu Ilegal

Dua tersangka pembuat jamu ilegal telah ditahan Polres Lamongan

Dari penggrebekan oleh Unit II pidter Satreskrim tersebut, selain mengamankan pemiliknya H Kadam (71) dan anaknya Ayik Suhartono (33), Polisi juga mengamankan berbagai barang bukti pembuatan jamu tradisional.

Dua pelaku anak dan bapak ini, sejak Rabu (22/03/2017) harus mendekam di sel tahanan Mapolres Lamongan, untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatannya, apalagi dalam kasus ini pelaku diancam hukuman paling lama 15 tahun, dan denda Rp 1,5 miliar, sesuai dengan Pasal 196 Jo 197 UU No. 36 Tahun 2009 tentang kesehatan.

Kasatreskrim Polres Lamongan Yadwivana Jumbo Qantasson, dalam Press Releasenya Jum’at (24/03/2017) menyebutkan, kalau penggrebekan yang dilakukannya itu, murni untuk menyelamatkan konsumen dari peredaran jamu yang tidak memiliki ijin BPOM di wilayah Lamongan.

Apalagi lanjut Yadwivana panggilan akrabnya, produksi jamu ini cukup membahayakan kesehatan, apalagi selain campuran bahan yang tidak standart kesehatan, mulai dari bubuk sitrun, oplosan minyak permen dan mentol, pemanis buatan, perasa jamu strawberry, bahan yang digunakan pun untuk membuat jamu ini airnya dari sumur. “Air yang digunakan dari sumur, “ungkapnya.

Baca juga : Menjamurnya Panti Pijat Ilegal Di Tangerang

Usai memproduksi jamu tersebut, pelaku mengedarkan jamu dengan jenis bahan sama tapi penggunaannya berbeda itu di warung-warung kopi dan warung makan di sekitar wilayah Lamongan. “Satu botol jamu ilegal itu dibandrol Rp 2500, dengan berbagai merk dan khasiat jamu, mulai pegal linu, rematik, hingga khasiat untuk kejantanan pria dan wanita, “bebernya.

Sedangkan pelaku tambah Kasatreskrim mendapatkan bahan jamu dan botolnya dari Jombang, dan Surabaya.”Saat ini kita kembangkan dan kita ingin Lamongan bebas dari jamu tradisional ilegal,”ujarnya.

Dari tangan tersangka, Polisi berhasil mengamankan 630 botol dengan berbagai merk jamu tradisional. Diantaranya jamu merk Ababil 155 botol, merk Galipat 159 botol, dan 5 botol Asysyifa, dan 311 botol jamu tanpa merk, serta berbagai peralatan produksi.

Selain itu polisi juga mengamankan berbagai jenis bahan jamu, tutup botol dan mesin pres, hingga dua unit motor Honda Win dan Gl Max. “Semoga dengan kita ungkap pembuatan dan peredaran jamu ilegal ini, kedepannya Lamongan bersih dari jamu ilegal yang tidak hanya membahayakan kesehatan, tapi juga merugikan konsumen, “pungkasnya.
(Muspri-sisidunia.com)