Home » Gaya Hidup » Jadi Sopir Kontainer, Ibu Berhijab Ini Raup Penghasilan Rp 23 Juta Per Bulan

Jadi Sopir Kontainer, Ibu Berhijab Ini Raup Penghasilan Rp 23 Juta Per Bulan



Jakarta – Jumlah lapangan pekerjaan yang tersedia lebih sedikit dibanding jumlah pekerjanya. Namun seorang perempuan berusia 51 tahun asal Malaysia ini menjadi sopir truk trailer karena bukan tak ada pilihan.

Jadi Sopir Kontainer, Ibu Berhijab Ini Raup Penghasilan Rp 23 Juta Per Bulan

Rokiah Salim sopir Kontainer

Baru-baru ini, Wanita yang bernama Rokiah Salim itu mengejutkan netizen dengan profesinya yang tak biasa. Sopir truk trailer selama ini dianggap sebagai pekerjaan laki-laki saja. Rokiah mendobrak stereotype itu.Selain itu, yang lebih mengejutkan, pendapatan Ibu ini sungguh mengagetkan.

Seperti dilansir dari Malaya Mail Online, sejak beberapa waktu lalu Rokiah menekuni pekerjaanya. Setiap bulan ia bisa mengantongi uang sebanya 23 juta rupiah. Di tempatnya bekerja memang tak ada gaji pokok. Ia hanya mengandalkan uang makan, komisi dan bonus.

Ia mengaku, sedikitnya, ia bisa menerima uang tunai sebanyak 13 jutaan setiap bulan. Jika ia bekerja lebih keras, pendapatannya bisa melesat sampai 23 juta rupiah.

“Tugas saya mengambil kontainer dari Pelabuhan Penang dan mengangkut mereka ke depot untuk diperbaiki. Saya bisa melakukannya sedikitnya 150 kali per bulan, ” katanya.

Ia bercerita, dirinya dulu pernah bekerja di sebuah pabrik selama 18 tahun. Menurutnya menjadi buruh pabrik jauh lebih berat dibanding pekerjaan yang ia tekuni sekarang ini. Saat bekerja di pabrik ia selalu stress, terutama ketika atasannya yang marah-marah.

Dan menjadi sopir kontainer sekarang ini jauh lebih menyenangkan. Apalagi gajinya per bulan juga lebih besar. Menurutnya perempuan lebih berhati-hati dalam mengemudikan kontainer dibanding pria.

“Mengemudi truk trailer sama seperti mengemudi mobil. Tidak sesulit yang dibayangkan banyak orang. Selain itu juga tidak berbahaya. Tapi generasi muda telah dicuci otaknya sehingga mereka berpikir mengemudi kontainer berbahaya, ” katanya.

“Ada begitu banyak pekerjaan di luar sana untuk mereka yang baru lulus, dan sopir truk adalah salah satunya, ” tambahnya.

(bens – sisidunia.com)