Home » News » Kecanduan Video Dewasa, Pria di Pontianak Cabuli Pacarnya Yang Masih Dibawah Umur

Kecanduan Video Dewasa, Pria di Pontianak Cabuli Pacarnya Yang Masih Dibawah Umur



Jakarta – Seorang pria bernama, Ricki (20) ditangkap Sat Reskrim Polresta Pontianak lantaran melakukan perbuatan terlarang dengan sang kekasih Bunga (bukan nama sebenarnya), Sabtu (19/3/2017).

Kecanduan Video Dewasa, Pria di Pontianak Cabuli Pacarnya Yang Masih Dibawah Umur

Gambar ilustrasi

Dia dijerat pasal 81 dan 82 Undang-Undang Perlindungan dan terancam 15 tahun penjara. Ricki mengaku sering melakukan hal itu dengan kekasihnya yang masih di bawah umur.

Baca juga : Blusukan Ke Wakatobi, Menteri Susi Larang Warga Buang Sampah ke Laut

Dia mengaku kecanduan menonton film panas. “Saya ajak dia untuk berhubungan dan dia mau,” ujar Ricki saat ditemui di Mapolresta Pontianak, Rabu (22/3/2017).

Dia juga mengatakan, telah melakukan perbuatan terlarang itu di dua tempat, yakni di Kecamatan Pontianak Kota dan Sungai Kakap.

“Kami melakukannya karena sama-sama suka, memang saya ingin menikahinya. Tiga kali saya melakukannya. Saya pacaran baru tiga bulan,” imbuhnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Andi Yul Lapawesean mengatakan, Ricki menggunakan modus akan menikahi Bunga saat menjalankan aksinya.

“Korban yang terbujuk rayu, termakan omongan pelaku, akhirnya mau disetubuhi,” ungkap Andi

Dia menambahkan, perbuatan itu terjadi pada Februari 2017 lalu. Kala itu, Ricki menelepon Bunga dan mengajak bertemu kemudian Ricki mengajak Bunga ke ruko di samping rumahnya.

“Sementara untuk kejadian terakhir berlangsung di rumah teman pelaku, yakni di Kecamatan Sungai Kakap. Korban dibawa ke dalam kamar kemudian disetubuhi,” jelasnya.

Polisi juga telah memeriksa saksi dan korban. Pihak berwajib juga sudah melakukan visum terhadap korban di Dokkes Polda Kalbar.

“Untuk sementara ini, baru satu korban, belum ada korban lainnya. Kami saat ini juga sedang melakukan pemeriksaan lebih lanjut, guna persiapan pemberkasan untuk dilimpahkan ke kejaksaan,” tegasnya.

(bens – sisidunia.com)