Home » News » Jokowi Larang Pelajar Penerima KIP Beli Rokok

Jokowi Larang Pelajar Penerima KIP Beli Rokok



Jakarta – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo membagikan Kartu Indonesia Pintar (KIP) kepada kepada masyarakat Galang di Kantor Camat Galang, Batam, Kepulauan Riau. Hal itu dilakukan usai Jokowi meninjau waduk Sei Gong, Batam, Kepri, Rabu (23/3/2017).

Jokowi Larang Pelajar Penerima KIP Beli Rokok

Kartu Indonesia Pintar

Pada kesempatan itu Jokowi mengingatkan penerima KIP dan KIS agar dananya nanti benar-benar dimanfaatkan sesuai dengan tujuan program tersebut. Tidak boleh untuk kepentingan lain.

Baca juga : Kecanduan Video Dewasa, Pria di Pontianak Cabuli Pacarnya Yang Masih Dibawah Umur

“KIP harus dipakai untuk keperluan sekolah. Beli seragam, sepatu dan buku. Tidak boleh dibelikan pulsa, nanti KIP-nya dicabut,” kata Jokowi seperti diberitakan Batam Pos (Jawa Pos Group) hari ini.

Jokowi membagikan KIP kepada 807 pelajar mulai dari tingkat SD hingga SMA. KIP merupakan bantuan tunai yang digunakan untuk membantu siswa berusia 7-18 tahun yang berasal dari keluarga miskin dan rentan miskin.

Untuk siswa SD, pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp 450 ribu pertahun. Kemudian untuk pelajar SMP diberikan bantuan tunai senilai Rp 750 ribu pertahun dan untuk pelajar setingkat SMA, SMK, dan MA diberikan bantuan tunai sebesar Rp 1 juta pertahun.

Setelah KIP, Jokowi juga membagikan KIS kepada 125 warga Galang. KIS merupakan program yang diperkenalkan oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2014 sebagai kartu yang menjamin kesehatan masyarakat miskin.

Dengan adanya kartu itu, masyarakat miskin tak perlu membayar iuran dan dapat digunakan dimana saja tanpa adanya batasan seperti BPJS. KIS juga dikenal sebagai BPJS PBI (Penerima Bantuan Iuran).

Di samping KIS dan KIP, Presiden Jokowi juga membagikan biskuit bergizi sebagai bagian dari program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan Program Keluarga Harapan (PKH).

PMT merupakan kegiatan pemberian makanan kepada balita dalam bentuk kudapan yang aman dan bermutu beserta kegiatan pendukung lainnya dengan memperhatikan aspek mutu dan keamanan pangan. Tentu saja kudapan yang diberikan mengandung nilai gizi yang sesuai dengan kebutuhan sasaran.

Biskuit dalam program PMT ini memiliki kandungan gizi tinggi, sarat dengan muatan empat sehat lima sempurna. Jokowi membagikan biskuit khusus ini untuk 360 ibu hamil yang ada di Galang.

“Mudah-mudahan gizinya baik dan sehat,” katanya.

Dan terakhir, Jokowi membagikan bantuan uang tunai yang merupakan produk dari program PKH kepada 628 warga Galang. PKH adalah program perlindungan sosial yang memberikan bantuan tunai kepada Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM). Nilainya Rp 1.890.000 perkeluarga. Bisa dicairkan empat kali ke BRI. Untuk pencairan pertama hanya Rp 500 ribu dulu.

“Ingat PKH untuk peningkatan gizi dan sekolah anak. Bukan untuk beli rokok suami ya, nanti dibekukan kartunya,” kata Jokowi sambil tertawa.

(bens – sisidunia.com)