Home » News » Tokoh Tionghoa : “Spanduk Tolak Shalati Jenazah Itu Kan Aspirasi Dari Masyarakat”

Tokoh Tionghoa : “Spanduk Tolak Shalati Jenazah Itu Kan Aspirasi Dari Masyarakat”



Jakarta – Situasi politik baru-baru ini menjadi semakin memanas lantaran ada salah satu pihak yang melakukan penolakan menyalati jenazah pendukung pasangan Ahok-Djarot di sejumlah wilayah. Tentu saja penolakan tersebut berujung pada keragaman kritik yang dilontarkan oleh sebagian masyarakat.

Tokoh Tionghoa : "Spanduk Tolak Shalati Jenazah Itu Kan Aspirasi Dari Masyarakat"

Spanduk Tolak Shalati Jenazah Pendukung Ahok-Djarot

Warga dinilai berlebihan dalam menyikapi kasus penistaan agama yang menjerat Basuki T Purnama alias Ahok. “Spanduk itu kan aspirasi dari hati masyarakat. Harusnya mereka hargai. Bahwa mayoritas warga tidak suka Ahok ya harus diterima legawa,” kata Koordinator Komunitas Tionghoa Anti-Korupsi (KomTak) Lieus Sungkharisma saat dihubungi rmoljakarta, Selasa (21/03/2017).

Menurut Lieus, isu ini menjadi besar karena dipolitisasi oleh Ahok dan timnya. Pasalnya, mereka semakin panik menghadapi pencoblosan putaran kedua Pilgub DKI Jakarta, 19 April mendatang.

Karena itulah, pasangan petahana itu menggunakan strategi apapun untuk menggenjot perolehan suara mereka. Salah satunya dengan mendramatisir spanduk penolakan menshalatkan jenazah.

Baca juga : Ahok Kunjungi Rumah Nenek Yang Ditolak Disalatkan di Musala Mu’minuun

“Ahok-Djarot sengaja membesar-besarkan soal spanduk untuk mendongkrak elektabilitas mereka yang terus merosot,” kata tokoh Tionghoa ini.

Diungkapkan Lieus, sebagai kepala daerah non-aktif, harusnya Ahok-Djarot lebih bersikap bijaksana dalam menghadapi permasalahan yang timbul di tengah-tengah masyarakat, salah satunya adalah soal bagaimana menyikapi kemunculan spanduk bernada provokatif itu.Namun, ada juga yang berpandangan bahwa tindakan warga itu wajar dan harus dihargai. Pasalnya, pernyataan Ahok memang sangat menyakiti umat Islam.
(Muspri-sisidunia.com)