Home » News » Tersebar di Banjarmasin, Salon Plus-plus Pasang Tarif Rp 300 Ribu

Tersebar di Banjarmasin, Salon Plus-plus Pasang Tarif Rp 300 Ribu



Banjarmasin – Jalan Sutoyo, Kecamatan Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terkenal dengan adanya deretan praktik salon plus-plus. Rupanya ketika tim wartawan menelusuri ke sana, keberadaan salon plus-plus tak hanya berada di jalan Sutoyo saja, di jalan Dahlia pun ada.

Tersebar di Banjarmasin, Salon Plus-plus Pasang Tarif Rp 300 Ribu

Ilustrasi

Seperti salah satu salon di jalan Dahlia yang praktik prostitusinya berhasil ditemukan oleh tim wartawan. Salon itu buka dari jam 08:00 sampai 16:00. Disana, tim wartawan menemukan sekitar delapan orang wanita yang masih muda belia. Mayoritas berasal dari Banjarmasin. Dua wanita lain masing-masing berasal dari Jawa dan Kalteng.

Salah satu dari para wanita disana mempersilahkan tim wartawan untuk masuk ke dalam salon. Dia mengangguk dengan cepat ketika ditanya perihal layanan plus-plus. Dengan sigap dia langsung membawa tim wartawan untuk memasuki ruang belakang salon dimana praktik prostitusi tersebut biasa dilakukan.

Disana juga tampak dua orang wanita berkulit putih. Harum parfum dan sampo semerbak dari tubuh mereka. Mereka mematok tarif Rp 150 ribu untuk pijat. Sedangkan tarif untuk begituan sebesar Rp 300 ribu.

Riduan, tokoh agama di kawasan RT 27, Kelurahan Teluk Dalam, Kecamatan Banjarmasin Tengah mengaku tak mengetahui aktivitas terlarang itu. Dia mengatakan, salon plus-plus sudah dirazia pada 2016 lalu.

Baca juga : Satpol PP Bakal Tertibkan Salon Plus-plus di Kota Sampit

Riduan memastikan bahwa warga sekitar tak ada yang sepakat dengan keberadaan salon plus-plus disekitar tempat tinggal mereka.

“Kami jelas menolak itu,” terang Riduan, Minggu (19/3).

Sang Ketua RT Jamal Hadi juga mengaku tak mengetahui bisnis terlarang tersebut. Dia mengatakan, aktivitas salon dari luar memang terlihat biasa saja.

“Kalau dulu, kan, banyak motor parkir di sana, sekarang sudah kurang,” ujarnya.

Meski demikian, Jamal mengaku akan mengajak para pemilik salon berdialog.

“Ya, coba nanti kami berikan pengertian. Apa istilahnya, persuasif dulu,” kata Jamal.

Di sisi lain, Kasi Tibum Satpol PP Banjarmasin Dany Matera Saputra mengatakan, sudah banyak salon yang ditertibkan. Namun, dia pun tidak menampik ada salon ada yang nakal.

“Mereka biasanya kucing-kucingan,” ujarnya.
(Muspri-sisidunia.com)