Home » News » Kunjungan ke Kabupaten Mempawah, Jokowi Perkenalkan Istrinya

Kunjungan ke Kabupaten Mempawah, Jokowi Perkenalkan Istrinya



Mempawah – Sosok Presiden Joko Widodo merupakan sosok presiden yang humoris yang dikenal oleh seluruh rakyatya. Tak hanya itu, sosok presiden yang akrab disapa Jokowi ini juga dikenal mudah mencairkan suasana yang tadinya menegangkan menjadi suasana yang santai dan menggembirakan.

Kunjungan ke Kabupaten Mempawah, Jokowi Perkenalkan Istrinya

Sambutan Presiden Jokowi di Mempawah

Salah satu contoh terjadi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat akhir pekan kemarin. Jokowi sukses membuat orang tertawa lepas.

Dalam rangkaian kunjungannya, Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), Kartu Indonesia Sehat (KIS), Program Makanan Tambahan (PMT), dan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada perwakilan warga di Desa Sungai Kunyit, Kecamatan Mempawah Hilir.

Sebelum memberikan sambutannya, Jokowi menyapa warga dengan Bahasa Dayak dan memperkenalkan para Menteri Kabinet Kerja yang hadir mendampinginya.

“Ini sebelum saya memulai saya mau memperkenalkan dulu nama menteri-menteri yang ada di sini, yang hadir dengan saya,” kata presiden seperti dikutip dari situs resmi Sekretariat Kabinet.

Baca juga : Adakan Program #JokowiMenjawab, Presiden Jokowi Disuguhkan Beragam Pertanyaan Unik dan Menghibur

Setelah para menteri, Jokowi pun memperkenalkan seseorang yang istimewa buat dirinya. “Terus terakhir, Bu Jokowi. Dah kenal semuanya? Nanti kalau saya tanya harus ingat loh,” kata presiden disambut tawa semua yang hadir.

Usai acara perkenalan rombongan, Jokowi mengemukakan bahwa telah dibagi 98 KIS dari 89.000 yang segera dibagikan di Kabupaten Mempawah. “Dengan KIS ini kita enggak mau sakit, tapi kalau sakit pas diberi cobaan sakit bisa dipakai ke Puskesmas atau ke Rumah Sakit,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi juga meminta dilakukannya perbaikan layanan kesehatan bagi masyarakat dan berpesan kalau pelayanan di rumah sakit tidak baik, segera laporkan ke bupati, gubernur, bahkan hingga ke Menteri Kesehatan.
(Muspri-sisidunia.com)