Home » News » Djarot Ungkap Rencana Pembangunan Villa Untuk Warga Lansia di DKI

Djarot Ungkap Rencana Pembangunan Villa Untuk Warga Lansia di DKI



Jakarta – Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta 2018, Djarot Saiful Hidayat, memberikan sedikit bocoran terkait rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk para lansia ke depannya.

Djarot Ungkap Rencana Pembangunan Villa Untuk Warga Lansia di DKI

Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat

Djarot mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan membangun vila untuk warga lanjut usia (lansia). Pembangunan fasilitas ini agar para lansia tetap bisa beraktivitas apabila tidak mau dititipkan ke panti jompo.

“Kalau ada lansia yang tidak mau masuk panti, tidak apa-apa, kita bangun vila,” ucap Djarot saat berkampanye di Pejaten Timur, Jakarta Selatan, Senin (20/3/2017).

Wakil gubernur nonaktif ini menuturkan, di vila khusus lansia itu, penghuninya bisa beraktivitas karena nantinya disediakan beragam kegiatan. Djarot pun sempat menceritakan neneknya yang tidak berhenti beraktivitas meski umurnya sudah 105 tahun.

“Nenek saya 105 tahun lebih aktivitas terus, kalau nganggur, berhenti, malah sakit, harus ada aktivitas. Vila di sana juga untuk aktivitas, pelihara ayam, ikan, dan tanam sayuran,” ucap Djarot.

Baca juga : Bawaslu Tak Ijinkan Ahok Show Tayang di Televisi

“Inilah kita terinpisrasi dengan para lansia seperti ini yang tinggal di tempat masing-masing dan tidak bersedia masuk panti, kita bangun vila lansia di Ciangir (Tangerang, Banten). Kan orang sepuh ini prinsipnya enggak mau nganggur, ada saja yang dikerjain,” sambung dia.

Karena vila lansia ini masih dalam tahap pembangunan, kata Djarot, maka pihaknya dalam waktu dekat meluncurkan terlebih dahulu Kartu Jakarta Lansia (KJL). Setelah dirinya aktif kembali menjadi wagub, maka KJL ini akan segera diluncurkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.

“Yang paling dekat ini Kartu Jakarta Lansia, setiap lansia yang membutuhkan bantuan. Nantinya Seperti KJP (Kartu Jakarta Pintar), ditransfer ke rekening yang bersangkutan, 1 bulan jumlahnya Rp 600 ribu,” tandas dia.
(Muspri-sisidunia.com)