Home » Gaya Hidup » Hubungan IQ Tinggi degan Skizofrenia Menurut Pakar Kesehatan

Hubungan IQ Tinggi degan Skizofrenia Menurut Pakar Kesehatan



Jakarta – Baru-baru ini terdegar kabar tentang seseorang yang bernama Sabar Nababan yang tercatat merupakan dosen di sebuah perguruan tinggi di Mataram, NTB tiba-tiba mengaku Tuhan. Belakangan ini diketahui karena Sabar mengidap skizofrenia.

Hubungan IQ Tinggi degan Skizofrenia Menurut Pakar Kesehatan

Ilustrasi

Tak hanya Sabar, ada sederet pasien skizofrenia yang juga memiliki latar belakang pendidikan tinggi, bahkan seorang jenius. Di tahun 2014, ada seorang dosen lulusan ITB (Institut Teknologi Bandung) yang mengaku pernah mendapat ‘wahyu’ bakal menjadi presiden karena skizofrenia.

Bahkan ahli matematika yang kisah hidupnya difilmkan dalam ‘A Beautiful Mind’, John Nash juga diketahui mengidap skizofrenia. Padahal orang-orang di sekitar John mengenalnya sebagai sosok jenius.

Lantas mengapa sebagian pasien skizofrenia rata-rata berpendidikan tinggi atau memiliki IQ di atas rata-rata? dr Andri, SpKJ, FAPM dari RS Omni Alam Sutra mengatakan ini hanya kebetulan saja.

“Skizofrenia itu tidak berkaitan dengan kognitif seseorang, bukan juga karena IQ-nya yang tinggi lantas dia lebih rentan kena skizofrenia,” jelasnya saat dihubungi, Selasa (22/3/2017).

Baca juga : Edan. Wanita Cantik Ini Bercinta dengan Anjing Lantaran Kesal Sama Suami

Hal ini karena kadar dopamin meningkat di salah satu jalur pada otak yang disebut jalur mesolimbik. Bila dopamin di jalur ini meningkat, maka yang terjadi adalah munculnya halusinasi atau delusi seperti yang dialami pasien skizofrenia.

“Tetapi bukan berarti kita nggak butuh dopamin, salah satunya untuk daya pikir dan kesenangan. Bedanya ini jalurnya lain,” imbuhnya.

Meski demikian, dr Andri menilai ketika kadar dopamin meningkat dalam otak, tidak menutup kemungkinan ‘nyerempet-nyerempet’ jalur lain lalu menginduksi atau berpengaruh terhadap jalur tersebut, salah satunya jalur dopamin untuk kemampuan kognitif.

“Sama kayak orang pakai ekstasi kan ada yang bilang nggak apa-apa. Ketika make, dopamin mereka naik lalu memicu halusinasi tapi bagi sebagian orang halusinasi ini bisa menetap, utamanya yang punya bakat genetik skizofrenia tadi,” paparnya.

Itulah sebabnya konsumsi narkoba tidak dianjurkan karena bila dikonsumsi oleh orang yang memiliki bakat skizofrenia, maka gejala penyakitnya bisa mengemuka, di samping efek narkotika sendiri yang membahayakan bagi otak.
(Muspri-sisidunia.com)