Home » News » Bawaslu Tak Ijinkan Ahok Show Tayang di Televisi

Bawaslu Tak Ijinkan Ahok Show Tayang di Televisi



Jakarta – Calon gubernur nomor pemilihan dua DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok membuat sebuah tayangan talkshow yang diberi judul “Ahok Show”. Tayangan ini mulai ditayangkan perdana di semua akun media sosial milik Ahok pada Jumat (17/3/2017).

Bawaslu Tak Ijinkan Ahok Show Tayang di Televisi

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

Tayangan berdurasi satu jam itu menjadikan Ahok sebagai host dan Sarah Sechan sebagai co-host-nya. Di sana, Ahok menjawab pertanyaan interaktif dan anak-anak muda yang menjadi penonton di sana. Pada tayangan perdananya, Ahok banyak menjawab pertanyaan dari anak-anak muda atau generasi millenial.

Rencana acara tersebut ke depan nantinya Ahok akan mengundang narasumber dari sejumlah kalangan, termasuk anak muda yang berpengaruh terhadap pembangunan Jakarta. “Ahok Show” ditayangkan di seluruh akun media sosial pribadi milik Ahok, mulai dari akun Instagram, Twitter, Facebook, dan Youtube. Hanya saja, akun media sosial itu tak dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta sebagai media kampanye.

Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti sebelumnya tidak melarang tayangan “Ahok Show” selama masa kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017. Namun, acara tersebut hanya boleh disiarkan melalui media sosial yang telah didaftarkan resmi ke KPU DKI.

Baca juga : Masjid Terapung Akan Ahok Wujudkan di Kawasan Makam Mbah Priuk

Jika masih ada akun media sosial yang belum didaftarkan dan digunakan untuk kampanye, Mimah meminta akun tersebut didaftarkan secara resmi ke KPU DKI Jakarta.

“Akunnya didaftarkan aja ke KPU DKI, toh memang ini masa kampanye. Kan di sana ada visi, misi, dan programnya, bahkan ada informasi lainnya yang ingin disampaikan,” kata Mimah.

Mimah menegaskan, tayangan itu dilarang tayang di stasiun televisi. Sebab, sesuai Pasal 68 ayat 3 Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2016 tentang Kampanye Pilkada, pasangan calon, tim kampanye, maupun parpol pengusung dilarang memasang iklan kampanye di media massa.

“Kampanye melalui media massa cetak maupun elektronik dimulai 9 April sampai dengan 15 April, difasilitasi KPU DKI Jakarta,” ucap Mimah.
(Muspri-sisidunia.com)