Home » News » Memenuhi Unsur Kesengajaan, Terdakwa Kasus Penistaan Agama Dihukum 1,5 Tahun

Memenuhi Unsur Kesengajaan, Terdakwa Kasus Penistaan Agama Dihukum 1,5 Tahun



Semarang – Seorang terdakwa kasus penistaan agama, Andrew Handoko, telah menerima vonis hukuman dari Pengadilan Negeri Semarang, Jawa Tengah. Andrew divonis menerima hukuman penjara selama 1,5 tahun lamanya.

Memenuhi Unsur Kesengajaan, Terdakwa Kasus Penistaan Agama Dihukum 1,5 Tahun

Ilustrasi

Andre dinilai melanggar pasal berlapis meliputi Pasal 156 huruf a atau Pasal 156 KUHP tentang penodaan agama atau Pasal 406 tentang pengrusakan. “Terdakwa telah dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agam yang dianut di Indonesia,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Samsuri, saat membacakan dakwaan, di pengadilan Negeri Kota Semarang, Senin (20/03/2017).

Menurut Samsuri, perbuatan Andre dilakukan pada Oktober silam di kamar kos-kosan FD alias Fafa sebagai mantan pacar terdakwa. “Karena orang yang dituju tidak ada, terdakwa kemudian meminjam kunci kepada pemilik kos untuk masuk ke kamar FD. Setelah berhasil masuk, ia melakukan pengrusakan terhadap barang-barang FD,” kata Samsuri menambahkan.

Baca juga : Namanya Indra, Tapi Pria Sukabumi Ini Mengaku Sebagai Tuhan

Kejadian itu berawal saat Andre mengambil beberapa alat kecantikan, peralatan mandi dan menyiramkan semuanya ke pakaian FD. Selain itu ia juga membuka sebuah koper yang ada di kamar dan merobek Al-Quran yang ada di dalam koper tersebut.

Atas putusan itu, terdakwa Andrew Handoko menyatakan pikir-pikir terlebih dahulu. Kasus yang menimpa Andrew itu sebenarnya terjadi di Solo. Andre menjadi terdakwa karena diduga menyobek Al Quran di sebuah rumah kos kawasan Green Park Kamar Lavender, Jalan Pleret Raya Sumber Banjarsari, Solo pada Oktober tahun 2016.

Kemudian pengadilan memindahkan lokasi sidang ke PN Semarang dengan alasan keamanan. Sidang kali ini juga dijaga ketat oleh aparat keamanan.
(Muspri-sisidunia.com)