Home » Hiburan » Tak Lagi Garap ‘Ayat Ayat Cinta 2’, Hanung : “Saya Memang Tidak Dikehendaki Menggarapnya”

Tak Lagi Garap ‘Ayat Ayat Cinta 2’, Hanung : “Saya Memang Tidak Dikehendaki Menggarapnya”



Jakarta – Beberapa waktu yang lalu, Manoj Punjabi, selaku selaku produser film tersebut menggelar konferensi pers Ayat-Ayat Cinta 2. Dalam kesempatan tersebut, Manoj Punjabi mengatakan bahwa pergantian sutradara karena perbedaan visi dan ingin adanya pembaruan dalam produksinya.

Tak Lagi Garap 'Ayat Ayat Cinta 2', Hanung : "Saya Memang Tidak Dikehendaki Menggarapnya"

Hanung Bramantyo

“Ini tim beda visi dan kami merasa mau ada refreshment juga,” katanya saat itu.

Menanggapi hal tersebut, sutradara Hanung Bramantyo mengaku tidak menggarap film Ayat-Ayat Cinta 2 yang diproduksi tahun ini. Posisinya digantikan oleh Guntur Soeharjanto.

Hanung beralasan, terdapat beberapa alasan mengapa ia tidak mengerjakan kelanjutan film box-office itu. Pertama, ia menganggap tidak ada sesuatu yang baru dalam Ayat-Ayat Cinta 2.

Selain itu, imbuh Hanung, penulis novel yang diadaptasi film tersebut, Habiburrahman El Shirazy, tak menghendakinya untuk mengarahkan Ayat-Ayat Cinta 2.

“Saya memang tidak dikehendaki menggarapnya, tidak dikehendaki sama Habiburrahman. Mas Habib ingin Guntur, bukan Hanung,” ujarnya saat ditemui di Jakarta, Kamis (16/03/2017).

Meski demikian, Hanung mengatakan bahwa alasan itu tak kemudian membuat dirinya akan langsung mengiyakan jika diminta kembali mengarahkan film yang akan dibintangi oleh Fedi Nuril itu.

Baca juga : Berita Selebritis, Hanung Bersama Istri Bikin Film Tentang Hijab

Ia menjelaskan, sebelumnya ia memutuskan untuk menggarap film pertama Ayat-Ayat Cinta karena memiliki misi kuat untuk menyampaikan sebuah pesan dan mengubah persepsi orang mengenai agama Islam.

“Saya mau menerima Ayat Ayat Cinta bukan karena itu novel best seller, tapi karena saya marah pada saat itu agama Islam diinterpretasi sebagai agama mukjizat. Banyak sekali sinetron rahasia ilahi, setiap kali ada masalah berdoa, ada berkah. Saya marah Islam dikonotasikan sebagai mukjizat, kemudian ada novel yang ngomongin soal relasi, cinta, dan bagaimana Islam mengatur cinta itu,” tuturnya.

Hanung menggarisbawahi, ia hanya akan menerima tawaran untuk menggarap film sekuel atau produksi ulang yang memiliki semangat tertentu, misalnya yang terjadi dalam film Habibie & Ainun dan Rudy Habibie.

“Saya membuat Rudy Habibie, bukan Habibie & Ainun 2, karena Pak Habibie tidak hanya bicara tentang istrinya yang mau meninggal lalu dia sedih, tapi ada sesuatu hal lain dalam diri Rudy Habibie. Dia sangat mandiri sangat cinta tanah air, sisi ini belum ada di Habibie & Ainun, makanya saya mau buat Rudy Habibie,” ujarnya.

Ia menegaskan, “Kalau saya dipercaya buat Ayat Ayat Cinta 2, saya akan melihat ada sesuatu hal atau tidak untuk melanjutkannya, ada suatu misi atau enggak. Karena di Ayat Ayat Cinta pertama misinya sangat besar. Selama enggak ada itu, ya enggak mau saya.”
(Muspri-sisidunia.com)