Home » News » Rencana Pembayaran Nontunai Untuk Parkir Meter di Surabaya Segera Terwujud

Rencana Pembayaran Nontunai Untuk Parkir Meter di Surabaya Segera Terwujud



Surabaya – Program Pemerintah Kota Surabaya terkait rencana pembayaran nontunai untuk parkir meter di Surabaya segera terwujud. Sebab, Dinas Perhubungan (Dishub) Surabaya telah mencapai kesepakatan dengan empat bank. Yakni, BNI, BRI, Bank Mandiri, dan BCA.

Rencana Pembayaran Nontunai Untuk Parkir Meter di Surabaya Segera Terwujud

Parkir meter di Surabaya

Empat bank itu siap menyediakan alat pembayaran parkir meter prabayar. Alat tersebut nanti berbentuk kartu dengan rekening khusus yang bisa diisi ulang (top up). Selain empat bank tersebut, dishub melibatkan Bank Jatim sebagai bank dengan rekening penampung.

Kepala Dishub Surabaya Irvan Wahyudrajad mengatakan, penyediaan alat pembayaran berupa kartu merupakan salah satu langkah untuk mewujudkan empat sistem utama penataan parkir. Yakni, parkir prabayar, parkir pascabayar, parkir zona, serta parkir dengan tarif progresif.

Semula dishub memang berniat untuk bekerja sama dengan Bank Jatim. Namun, menyeragamkan rekening pembayaran dianggap merepotkan pelanggan parkir yang punya beragam rekening bank. Karena itu, diputuskan untuk menggandeng beberapa bank sekaligus.

“Semangatnya adalah menyediakan pembayaran secara nontunai,” ujarnya.

Irvan menuturkan, mulanya pihak bank mengajukan syarat bahwa 1 persen dari setiap transaksi akan masuk ke kas mereka. Namun, pemkot menolak.

Baca juga : Taksi Online Protes Revisi Permenhub Nomor 32 Tahun 2016

“Kami tetap tegaskan agar transaksinya gratis. Alhamdulillah, semua setuju,” kata pejabat asal Kediri itu.

Meskipun telah tercapai kesepakatan, menurut Irvan, harus ada penandatanganan memorandum of understanding (MoU) antara pemkot dan para bank mitra. Irvan memperkirakan, satu hingga dua bulan lagi kartu parkir meter itu bisa digunakan.

Saat ini ada 10 alat parkir meter yang telah terpasang di Jalan Jimerto dan Sedap Malam sebagai area uji coba. Namun, pembayaran masih dilakukan secara tunai kepada juru parkir (jukir) di masing-masing alat parkir meter.

Dengan pembayaran nontunai, kata Irvan, transaksi pelanggan dan pengguna parkir diharapkan semakin mudah. Selain itu, inti dari pemasangan parkir meter adalah menghilangkan transaksi manual yang rawan pelanggaran tarif dan kebocoran pendapatan.
(Muspri-sisidunia.com)