Home » Travel & Kuliner » Cara Mengolah Saus Tiram Untuk Menjaga Nutrisinya

Cara Mengolah Saus Tiram Untuk Menjaga Nutrisinya



Jakarta – Saus tiram buatan Ishiwata Shoten berbeda dengan yang lain. Ini karena teknologi pengolahan tiram yang melindungi nutrisinya.

Cara Mengolah Saus Tiram Untuk Menjaga Nutrisinya

Saus Tiram

Gelombang tsunami yang menghantam kantor Ishitawa Shoten di bulan Maret 2011. Merekapun mulai melihat tiram segar yang ada di sekitarnya bisa diolah menjadi produk yang membanggakan warga sekitarnya.

‘Kami ingin membuat produk yang aman dikonsumsi oleh orang dewasa hingga anak-anak. Karena itu prosesnya kami lakukan sealami mungkin. Tanpa tambahan bahan kimia termasuk pengawet,’ ungkap Hisashi Isiwata, pemilik Ishiwata Shoten saat detikfood mengunjungi pabriknya (17/3/2017).

Karenanya dipakai teknik ‘enzymatic degradation’ atau ‘enzymatic deactivation’. Sebuah mekanisme yang membuat neotransmitter tidak aktif. Karena enzim mengubah struktur makanan ini sehingga tak dikenali lagi oleh reseptornya. Teknik ini melindungi nutrisi tiram dari kerusakan.

Dalam proses pembuatannya tidak dilakukan pemanasan. Seluruhnya memakai tiram segar tanpa ada bagian daging tiram yang dibuang. Dengan ‘enzymatic degredation’ terbentuk ekstrak tiram. Selanjutnya dikemas dalam botol dan dilakukan sterilisasi.

‘Pemanasan tidak dilakukan pada produk saus tiram tetapi ketika saus sudah di dalam botol. Itupun diatur hingga terjadi penurunan suhu secara perlahan untuk menjaga kualitas nutrisinya,’ ujar Hasashi Ishiwata sambil memperlihatkan panel layar sentuh untuk mengatur dan memantau suhu alat pemanas.

Tekstur saus tiram akan mengental karena proses alami bukan karena diberi bahan tambahan. Warna kecokelatan sedikit kuning didapatkan dari pemakiaan 3 jenis gula yang dipilih khusus.

Produk bernama ‘Milky Osyter Sauce’ ini sudah dipasarkan ke Singapura dan HongKong. Dikenal sebagai saus tiram premium. Tak lama lagi bisa dinikmati di Indonesia.

Bagaimana rasa dan pemakaian saus tiram ini dibandingkan dengan saus tiram umumnya? Ahli kuliner Indonesia, William W.Wongso yang ikut dalam kunjungan ke Kesennuma pun berpendapat. (bens – sisidunia.com)