Home » News » Pemerintah Kutai Timur Klaim Telah Menutup Semua Tempat Prostitusi

Pemerintah Kutai Timur Klaim Telah Menutup Semua Tempat Prostitusi



Kutai Timur – Penutupan lokalisasi merupakan bagian langkah pemerintah membasmi praktik prostitusi di Kutai Timur (Kutim). Hal itu merupakan amanat Peraturan Gubernur Nomor 3 tahun 2016 Tentang Pembinaan dan Pemberdayaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).

Pemerintah Kutai Timur Klaim Telah Menutup Semua Tempat Prostitusi

Ilustrasi

Oleh karena itu, pemerintah Kutim kini mengklaim bahwa semua lokalisasi di sana, mulai dari lokalisasi Kampung Kajang Sangatta Selatan, Tenda Biru dan Pramuka di Teluk Pandan, Segadur di Bengalon, Muara Wahau di Wahau, hingga Bintang Belambong di Sangkulirang sudah ditutup total.

“Kan sudah ditutup semua,” ujar Bupati Kutim Ismunandar, Senin (13/03/2017).

Namun, dia mengakui lokalisasi itu berubah menjadi tempat hiburan malam (THM). Di sisi lain, ada kemungkinan para pekerja seks komersial (PSK) menjalankan aksinya secara diam-diam.

“Ini yang sulit (terdeteksi). Karena bersifat terselubung. Tetapi jika ada tunjukkan dan laporkan kepada kami. Dengan begitu, bisa dipikirkan ke depannya seperti apa,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang meminta masyarakat memberikan laporan kepada tim terpadu jika menemukan praktik haram tersebut.

“Sehingga kami bisa memproses laporan tersebut,” ujar Kasmidi.

Baca juga : Remaja di Pangkalan Bun Nekad Berbuat Asusila di Taman

Menurut Kasmidi, upaya dari pemerintah sudah maksimal namun akan susah untuk mendeteksi kegiatan prostitusi yang dilakukan secara diam-diam. Oleh karena itu pemerintah mengarapkan partisipasi penuh dari seluruh masyarakat.

Diharapkan dengan adanya kerjasama yang baik dari masyarakat, lokalisasi prostitusi dapat benar-benar ditutup sehingga keamanan masyarakat dapat meningkat dan tak membuat resah.
(Muspri-sisidunia.com)