Home » News » Atasi Banjir di Samarinda, Pemkot Siapkan Rp 200 Miliar

Atasi Banjir di Samarinda, Pemkot Siapkan Rp 200 Miliar



Samarinda – Masalah banjir sudah menjadi ‘momok’ bagi seluruh masyarakat di Indonesia, termasuk di Samarinda Kalimantan Timur. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur juga suda melakukan berbagai macam upaya pencegahan bencana banjir serta memberikan bantuan langsung kepada warga yang terkena musibah banjir.

Atasi Banjir di Samarinda, Pemkot Siapkan Rp 200 Miliar

Ilustrasi

Tak hanya pemerintah Provinsi, pemerintah pusat juga turut memberikan dukungan baik saat upaya pencegahan maupun saat terjadinya bencana banjir. Namun memang masalah banjir ini masih belum dapat diatasi secara keseluruhan.

Untuk tahun 2017 ini yang jadi prioritas adalah banjir di Samarinda Utara sebanyak empat titik. Hasil identifikasi pemkot, kawasan Bengkuring, Jalan Padat Karya, Wahid Hasyim dan Simpang Empat Sempaja hingga AW Syahrani jadi fokus penanganan. Skema kontrak tahun jamak bernilai Rp 200 miliar pun disiapkan.

Kabid Pengendalian Sumber Daya Air, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Budi Tristiyono menyebut, ada beberapa rekomendasi untuk mengatasi banjir di kawasan tersebut. Mulai membangun pengendali banjir (bendali) di Batu Cermin hingga pembuatan kolam retensi berukuran 17 hektare di daerah Sempaja.

“Ada juga pembangunan drainase. Tapi ini belum final,” ucapnya selepas rapat teknis pengendalian banjir di Balai Kota.

Masalah pembebasan lahan pun masih menjadi ganjalan.

Baca juga : Penumpang Tertahan Satu Jam Lebih, Jalur Kereta Di Cikampek Terendam Banjir

Untuk itu, pemkot masih mencari formula tepat agar sistem Karang Mumus yang didesain bisa mengatasi banjir berdebit sekitar 39 meter kubik per detik. Sementara kapasitas drainase di Wahid Hasyim hanya mampu menampung sebesar delapan meter kubik per detik.

“Kalau hanya dengan saluran jelas minim hasil,” sebutnya.

Sistem Karang Mumus dengan luas Daerah Aliran Sungai sekitar 321 km saat ini memerlukan minimal tujuh bendali untuk mengatrol air agar tak meluber ke jalan.

“Ini masih review belum final. Jadi masih ada pembenahan lagi di rapat selanjutnya,” terangnya.

Estimasi duit yang digelontorkan ditaksir melebihi nilai kontrak tahun jamak yang disepakati dalam APBD Samarinda 2017 yakni, berkisar Rp 239 miliar. Taksiran itu tak termasuk biaya aktivitas normalisasi.

Untuk operasional watermaster serta tim hantu banyu, anggaran yang diperlukan sebesar Rp 5 miliar.

“Kalau normalisasi cukup saja. APBD masih mampu membiayai. Untuk di kawasan sempaja yang masih perlu dibahas lagi,” paparnya.
(Muspri-sisidunia.com)