Home » News » Terjadi Sengketa di Laut China, Jepang Turunkan Kapal Induk Terbesarnya

Terjadi Sengketa di Laut China, Jepang Turunkan Kapal Induk Terbesarnya



Tokyo – Laut China Selatan menjadi objek sengketa menyusul kekayaan bawah laut, berupa ikan, kandungan minyak dan gas, dan juga pemasukan 5 triliun dollar AS per tahun, untuk lalu lintas kapal dagang. Taiwan, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan Brunei adalah negara lain selain China yang mengeluarkan klaimnya atas wilayah perairan tersebut.

Terjadi Sengketa di Laut China, Jepang Turunkan Kapal Induk Terbesarnya

The Izumo, Kapal induk terbesar milik Jepang

Jepang sebenarnya tidak terpaut dengan sengketa ini. Namun Jepang terlibat dalam sengketa lain dengan China untuk wilayah Laut Timur China.

Oleh karena itu, pemerintah Jepang berencana untuk menerjunkan kapal induk terbesar yang ada di negara itu, ke kawasan Laut China Selatan.

Kapal itu akan menjalani tugas selama tiga bulan di perairan tersebut, dimulai pada bulan Mei mendatang.

Tiga sumber yang dikutip Reuters menyebutkan, kapal induk tersebut merupakan kapal terbesar yang ada di jajaran angkatan laut Jepang, dan bahkan yang terbesar di kawasan itu, sejak Perang Dunia II.

Baca juga : China Akan Kuasai Laut Natuna Indonesia

Sikap Pemerintah China yang mengklaim hampir seluruh wilayah air yang menjadi sengketa dengan menempatkan pasukan militer di sana, mengundang perhatian Jepang dan dunia barat.

Sebelumnya, Amerika Serikat pun telah menerjunkan patroli laut untuk memastikan kebebasan navigasi di kawasan itu. Kapal induk pengangkut helikopter bernama “The Izumo” baru memperkuat jajaran militer Jepang dua tahun yang lalu. Dalam tur Mei mendatang, Izumo akan mendarat di Singapura, Indonesia, Filipina, Indonesia dan Sri Lanka.

Selanjutnya, kapal induk ini akan bergabung dalam latihan perang dengan AL India dan AS di Samudera Hindia pada Juli mendatang. Menurut sumber-sumber tersebut, kapal ini akan kembali ke Jepang pada bulan Agustus.

“Tujuan dari peluncuran ini adalah untuk menguji kapasitas Izumo dalam misi yang lebih panjang,” ungkap salah satu sumber.

“Kapal ini akan ikut berlatih bersama AL AS di Laut China Selatan,” sebut dia lagi.
(Muspri-sisidunia.com)