Home » Techno » Masalah Terletak Dibagian Mikrofon, Google Akui Masalah Pada Pixel Tak Tuntas dengan Update Software

Masalah Terletak Dibagian Mikrofon, Google Akui Masalah Pada Pixel Tak Tuntas dengan Update Software



Jakarta – Baru-baru ini masalah muncul pada ponsel besutan Google yaitu Pixel dimana permasalahan yang dialami tak bisa dituntaskan hanya dengan updat software. Masalah yang muncul pada Pixel tersebut sebenarnya berada dibagian mikrofonnya.

Masalah Terletak Dibagian Mikrofon, Google Akui Masalah Pada Pixel Tak Tuntas dengan Update Software

Google Pixel

Komponen penangkap suara ini disebut bermasalah sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik. Salah satunya adalah kehilangan kemampuan untuk melakukan perekaman audio.

Padahal seperti diketahui, daya tarik Google Pixel yang paling menonjol terletak di fitur video stabilization yang diusungnya. Sehingga rekaman video tetap stabil, meski ketika proses perekaman mengalami goncangan.

Tapi apa gunanya kalau video bagus, namun tampil bisu alias tanpa suara. Google pun memastikan kalau masalahnya bukan di software, melainkan secara hardware. Seperti yang dilansir dari Forbes, Sabtu (11/3/2017), disebutkan ada retakan di sambungan solder komponen mikrofon.

Baca juga : Harga 8,5 Juta Untuk Smartphone Google Pixel ?

“Kami percaya ini adalah masalah hardware. Anda benar, bahwa pembaruan perangkat lunak tidak akan memperbaikinya. Kami mengambil langkah-langkah tambahan untuk memastikan ponsel (Google Pixel-red) yang telah diperbaharui tidak memiliki masalah mikrofon ini,” ujar Brian Rakowski, Vice President of Product Management at Google.

“Ada kemungkinan bahwa beberapa ponsel pengganti juga masih mengalami masalah sebelum kita mengerti masalah ini, tapi itu tidak akan lagi terjadi,” imbuhnya.

Google sendiri mengaku telah mulai menangani permasalahan ini dengan melakukan perbaikan pada ponsel-ponsel Pixel yang dianggap mengalami masalah ‘retakan’ di mikrofonnya tersebut. Namun ditambahkan Rakowski, ponsel-ponsel Pixel yang mengalaminya tak lebih dari 1% dari total yang sudah diproduksi.
(Muspri-sisidunia.com)