Home » Sport » Keberuntungan Penalti Juventus Kacaukan Kemampuan Bertahan Milan

Keberuntungan Penalti Juventus Kacaukan Kemampuan Bertahan Milan



Jakarta – AC Milan harus kecewa di Stadion Juventus karena gagal mencuri poin penuh, Sabtu (11/3) dinihari WIB. Milan awalnya percaya diri bisa mendapatkan satu poin karena skor 1-1 bertahan sampai menit-menit akhir. Namun pada menit-menit akhir, Juventus mendapatkan hadiah penalti yang berhasil dieksekusi Paulo Dybala sehingga pertandingan berakhir untuk kemenangan tuan rumah dengan skor 2-1.

Keberuntungan Penalti Juventus Kacaukan Kemampuan Bertahan Milan

Persaingan sengit Juventus dengan AC Milan

Penalti yang didapatkan Dybala itu memacu protes walau ketika pertandingan telah selesai. Protes itu merupakan akumulasi setelah Jose Sosa mendapatkan kartu merah pada menit 90+2′. Juventus sendiri beruntung mendapatkan penalti pada yang memenangkan mereka. Sebab permainan bertahan Milan membuat Juventus kesulitan masuk ke dalam sepertiga akhir. Apalagi Milan bermain sangat bertahan sebelum gawangnya dibobol Benatia. Setelah kebobolan itu, Milan baru mulai berani melancarkan serangan balik cepat dan menyamakan kedudukan.

Banyak perubahan terjadi pada susunan pemain kedua kesebelasan tersebut walau formasi dasar masing-masing masih sama seperti laga biasanya. Juventus mengandalkan formasi 4-2-3-1, namun terjadi pergeseran posisi Andrea Barzagli dan Dani Alves. Pada laga ini Barzagli dimainkan sebagai full-back kanan yang biasa dilakoni Alves. Sementara Alves diperintahkan naik ke depan menjadi winger kanan. Awalnya, Barzagli ditugaskan sebagai defensive full-back, namun ia malah aktif membantu serangan seiring dengan permainan bertahan Milan dengan garis rendah.

Baca juga : Usai Kalah Dari PSG, Bek Juventus Yakin Barcelona Bisa Bangkit Lagi

Perubahan susunan pemain juga terjadi di tubuh Milan. Formasi awal menunjukkan 4-3-3. Pergeseran posisi terjadi kepada Cristian Zapata menjadi full-back kanan, padahal posisi aslinya adalah bek tengah. Nasib Zapata sama seperti Barzagli. Namun Zapata benar-benar diperintahkan untuk bertahan agar menjaga agresivitas Marko Pjaca yang menjadi winger kiri Juventus. Namun formasi 4-3-3 Milan berubah menjadi 3-4-3 saat melakukan serangan. Mattia De Sciglio yang awalnya menjadi full-back kiri naik menjadi sejajar dengan tiga gelandang lainnya.

De Sciglio akan turun kembali dengan tiga bek lainnya ketika diserang dan membentuk pola empat pemain bertahan. Ketika bertahan, pola bertahan Milan berubah seluruhnya menjadi 4-5-1 atau 4-4-2. Pada intinya, dua winger Milan yang ditempati Gerard Deulofeu dan Lucas Ocampos turun ke tengah membantu bertahan dan hanya menyisakan Bacca di garis tengah lapangan. Juventus pun terus mencari celah dan memutar-mutarkan bolanya di wilayahnya sendiri. Hal itulah salah satu yang membuat Juventus unggul penguasaan bola sebanyak 59 persen pada laga ini.
(Muspri-sisidunia.com)