Home » News » Gelar Forum Bahtsul Masail, Kiai Muda NU Perbolehkan Memilih Pemimpin Non-Muslim

Gelar Forum Bahtsul Masail, Kiai Muda NU Perbolehkan Memilih Pemimpin Non-Muslim



Jakarta – Forum Bahtsul Masail Kiai Muda yang digelar PP GP Ansor dengan tema “Kepemimpinan Non-Muslim di Indonesia” itu diikuti sekitar 100 kiai muda dari berbagai pondok pesantren se-Indonesia dan berlansung sejak kemarin. Narasumber yang hadir adalah Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Penasihat GP Ansor Dr KH As’ad Said Ali, dan perumus KH Abdul Ghofur Maimoen Zubair.

Gelar Forum Bahtsul Masail, Kiai Muda NU Perbolehkan Memilih Pemimpin Non-Muslim

Pasangan petahana Ahok dan Djarot

Dalam forum tersebut menghasilkan kesepakatan bahwa seorang muslim diperbolehkan untuk memilih pemimpin nonmuslim. Bendahara Lembaga Bahtsul Masail NU, Najib Bukhori mengatakan, keterpilihan pemimpin nonmuslim untuk mengemban amanah kenegaraan bersifat sah dan mengikat, baik secara konstitusi maupun agama.

“Terpilihnya nonmuslim di dalam kontes politik berdasarkan konstitusi adalah sah jika seseorang nonmuslim terpilih sebagai kepala daerah,” ujar Najib saat menyampaikan hasil bahtsul masail di Kantor Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, Jakarta, Minggu (12/03/2017).

Najib memaparkan, konstitusi telah secara jelas mengatakan setiap warga negara boleh memilih pemimpin tanpa melihat latar belakang agama yang dianutnya. Penolakan untuk tidak memilih nonmuslim bersifat pribadi.

Baca juga : Doa Ustad Arifin Ilham : “Hiasilah Keindahan Akhlak Pada Anies-Sandi”

“Seorang warga negara, dalam ranah pribadi, dapat memilih atau tidak memilih non-Muslim sebagai pemimpin formal pemerintahan,” ujarnya, dikutip dari Antara.

Sementara itu, Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengimbau, umat Islam di Indonesia untuk meredakan ketegangan pada setiap konstelasi politik. Karena hal tersebut dapat berpotensi memecah belah umat Islam, sebagaimana terjadi di Jakarta.

Ia mencontohkan, pemasangan spanduk larangan mensalatkan jenazah umat Muslim lantaran memilih pemimpin nomuslim merupakan bukti perpecahan internal. Ia khawatir, perpecahan sesama umta Muslim akan menular jika tidak disikapi dengan serius.

Oleh karena itu, ia berkata, hasil bahtsul masail itu akan disosialisasikan ke daerah-daerah di seluruh Indonesia. “Akibat situasi politik di Jakarta yang makin tidak terkontrol dan cenderung ganas, bukan tidak mungkin dapat menyebar di daerah lain,” ujar Yaqut.
(Muspri-sisidunia.com)