Home » News » Isu Begal Siswa SD Resahkan Warga Sumenep

Isu Begal Siswa SD Resahkan Warga Sumenep



Sumenep – Para orangtua siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur resah lantaran berembus isu begal anak. Isu tersebut bergulir sejak dua bulan terakhir. Dikabarkan, begal ini mengintai siswa pulang dari sekolah dan saat bermain.

Isu Begal Siswa SD Resahkan Warga Sumenep

Gambar ilustrasi

Warga Desa Jadung, Kecamatan Pragaan, Mohammad Qudsi menuturkan bahwa masyarakat di desanya sekarang semakin waspada. Setiap kali ada orang baru yang datang ke desanya, warga sekitar akan mengamati gerak-geriknya untuk memastikan orang tersebut berbahaya atau tidak.

Baca juga : Demokrat Bereaksi Keras Terkait Pernyataan Antasari di Bareskrim Polri

“Bahkan tadi malam masyarakat menangkap seorang laki-laki yang diduga sebagai begal anak. Orang tersebut sudah diserahkan ke polisi,” tuturnya, Sabtu (11/3/2017).

Sementara Ainur Rahman, warga Desa Banasare, Kecamatan Rubaru, menjelaskan beberapa hari lalu ada wanita yang diduga begal anak. Katanya, wanita tersebut menggunakan cadar dan membawa mobil. Wanita itu memaksa dua siswa SD di desanya untuk ikut dengan diiming-imingi uang Rp100 ribu. Tapi karena ketakutan, siswa SD itu kabur.

“Tidak ada yang mengenali wanita itu, karena bercadar. Setelah kejadian itu, para orangtua sekarang was-was dan terus berhati-hati,” cerita Ainur.

Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, membenarkan teror begal anak tersebut. Dia mengimbau guru dan kepala sekolah menjaga keamanan siswanya saat berada di lingkungan sekolah.

Ia juga meminta para siswa jangan terburu pulang jika masih belum ada orangtua yang menjemput. Dan bagi orangtua, diimbau tidak membiarkan anaknya berangkat dan pulang sekolah sendirian.

“Semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga keamanan anak-anak,” jelas Suwardi.

Dia bersyukur aksi oknum yang diduga begal di Desa Banasare tidak berhasil. Tapi kejadian di Desa Kalimo’ok, Kecamatan Kalianget, beberapa waktu lalu perlu dijadikan pelajaran penting para orangtua agar tidak membiarkan anaknya pergi dan pulang sekolah sendirian, juga bagi guru dan kepala sekolah agar selalu menjaga keamanan siswanya di lingkungan sekolah. Karena oknum yang diduga begal berhasil mengambil barang berharga yang dikenakan anak-anak.

“Modus yang dilakukan adalah berpura-pura mengantar siswa pulang ke rumah. Tapi di tengah jalan, oknum tersebut malah mengambil barang berharga anak tersebut. Lalu anak itu ditinggal begitu saja,” ujar Suwardi.

Ternyata orang yang diserahkan ke Mapolsek Pragaan tadi malam, kata Suwardi, bukan begal. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas, orang tersebut tidak waras. Saat ditanyakan dari mana dan kartu identitas yang dibawa, orang tersebut malah berbicara sendirian. Kini orang tersebut sudah dipasrahkan ke Pemerintah Daerah untuk diterapi. (bens – sisidunia.com)