Home » Gaya Hidup » Awas, Pewarnaan Rambut Meningkatkan Resiko Kanker Payudara

Awas, Pewarnaan Rambut Meningkatkan Resiko Kanker Payudara



Jakarta – Kanker payudara merupakan salah satu penyakit yang menjadi ‘momok’ bagi seluruh wanita didunia. Ada banyak faktor yang meningkatkan risiko seorang wanita terkena kanker payudara. Hal ini biasanya berhubungan dengan usia, riwayat keluarga, kelebihan berat badan, gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, konsumsi alkohol dan kurang olahraga.

Awas, Pewarnaan Rambut Meningkatkan Resiko Kanker Payudara

Ilustrasi

Namun, sekarang sebuah studi baru menunjukkan, menggunakan kontrasepsi hormonal juga dapat meningkatkan risiko kanker payudara di kalangan wanita. Menurut penelitian, wanita pasca-menopause yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal berada pada 52 persen peningkatan risiko kanker payudara, dibandingkan mereka yang menggunakan perangkat tembaga.

Temuan menunjukkan, penggunaan kontrasepsi hormonal lainnya dikaitkan dengan 32 persen risiko kanker payudara lebih tinggi pada wanita di bawah usia 50 tahun, bila dibandingkan dengan mereka yang tidak menggunakan. Selanjutnya, wanita yang sering mengecat rambut mereka juga memiliki peningkatkan risiko 23 persen terkena kanker payudara dibandingkan mereka yang tidak, kata para peneliti.

Baca juga : Tanpa Diet, Anda Bisa Menurunkan Berat Badan Lewat Cara Ini

“Faktor risiko terbesar kanker payudara adalah usia lanjut, dan gaya hidup, konsumsi alkohol yang tinggi,” ujar Sanna Heikkinen dari University of Helsinki di Finlandia yang dikutip oleh Zeenews, Sabtu (11/3/2017).

Selain itu, wanita yang menjalani skrining mamografi oportunistik (proses menggunakan sinar-X berenergi rendah untuk memeriksa payudara) juga ditemukan berada pada risiko terkena kanker payudara. Dalam studi tersebut, lebih dari 60 persen peserta melaporkan telah menjalani skrining mamografi sebelum usia 50 tahun.

“Wanita harus lebih luas menangkap informasi tentang bahaya mamografi oportunistik, seperti mengumpulkan beban radiasi dan potensi konsekuensi dari temuan positif atau negatif palsu,” tambah Heikkinen.

Sementara itu, peneliti di Belanda menunjukkan, pola makan diet Mediterania dapat mengurangi risiko kanker payudara sebesar 40 persen pada wanita pra dan pasca menopause.
(Muspri-sisidunia.com)