Home » News » Ketum PBNU Kecam Para Penikmat Korupsi e-KTP

Ketum PBNU Kecam Para Penikmat Korupsi e-KTP



Yogyakarta – Ketua Umum Pengurus Besar Nadhlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siradj mengaku geram dengan banyaknya politikus dan legislatif yang terlibat kasus korupsi e-KTP. Menurutnya, perilaku poitikus itu sama dengan maling garong.

Ketum PBNU Kecam Para Penikmat Korupsi e-KTP

Said Aqil Siradj

“Namanya bukan koruptor lagi, itu maling garong,” tegasnya usai meresmikan Universitas Nadhatul Ulama (UNU) di Yogyakarta, Jumat (10/3/2017).

Baca juga : Ahok Menilai Pertemuan Antara SBY dan Jokowi Hal Yang Wajar

Banyaknya plitikus yang terseret dalam pusaran kasus korupsi KTP-el menunjukkan partai politik gagal memberikan pendidikan politik pada kadernya. “Masih amburadul,” katanya.

Said sepenuhnya mendukung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegakkan hukum.

Di isis lain, Komisioner KPK Alexander Marwata mengatakan konflik kepentingan dan kerakusan menjadi faktor utama mendorong seseorang untuk korupsi. Adanya benturan kepentingan pribadi maupun kelompok dengan kepentingan publik membuat seseorang berpotensi melakukan tindakan tidak etis.

“Lingkungan kerja juga bisa mendorong orang berkorupsi. Karena kadangan korupsi timbul karena adanya keterpaksaan dan paksaan untuk melancarkan usaha,” tegas Marwata.

Marwata mendorong seseorang dan lembaga meningkatkan profesionalisme dan integritas guna mencegah korupsi.

Puluhan politikus dan pejabat pemerintahan diduga terlibat dalam penggelembungan dana megaproyek KTP-el. Mereka diduga menerima fee puluhan juta hingga miliaran agar proyek berjalan lancar.

Diketahui, Legislatif dan eksekutif yang diduga teribat diantaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Mantan Mendagri Gamawan Fauzi dan Mantan Ketua DPR Ade Kommarudi. (bens – sisidunia.com)