Home » News » Lurah Ingin Dibuatkan RPTRA Untuk Meredam Tawuran

Lurah Ingin Dibuatkan RPTRA Untuk Meredam Tawuran



Jakarta – Tawuran antarwarga di kawasan Manggarai sudah sering terjadi. Kawasan itu seakan sudah seperti arena perang saudara. Pemerintah sudah melakukan upaya-upaya untuk mengatasi masalah itu. Namun sejauh ini hasilnya belum terlihat.

Lurah Ingin Dibuatkan RPTRA Untuk Meredam Tawuran

Tawuran warga Manggarai beberapa waktu yang lalu

Ahad lalu insiden serupa terjadi lagi. Dua remaja tewas diduga terkena peluru senapan angin dan enam lagi masih menjalani perawatan di RS Polri Kramatjati. “Sudah lima saksi diperiksa,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono, Selasa (07/03/2017).

Oleh karena itu, lurah Manggarai Budi Santoso menginginkan adanya ruang publik terbuka ramah anak (RPTRA) di lingkungan Kelurahan Manggarai. Ia yakin keberadaan RPTRA nantinya bisa meredam konflik antarwarga, seperti tawuran.

“Saya coba di lingkungan, khususnya di depan Stasiun Manggarai. Kami berencana membangun RPTRA sesuai dengan CSR (corporate social responsibility) yang ada,” ucap Budi, Rabu (08/03/2017).

Budi mengatakan rencana ini telah diajukan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan akan direalisasi tahun ini. Selain berlokasi di depan stasiun, ada RPTRA yang dibangun di RW 01.

Baca juga : Walikota Jakarta Pusat Ancam Cabut KJP Pelajar Yang Terlibat Tawuran

Langkah ini dinilai Budi bisa menjadi langkah preventif untuk mengurangi tawuran di Manggarai dan sekitarnya. Selama ini, ia mengatakan hanya ada beberapa program anti-kekerasan yang dibuat di kelurahan bagi para warga.

Salah satu di antaranya kuliah subuh. Budi berujar, kegiatan ini rutin dilaksanakan tiap Sabtu subuh. “Isinya ceramah memberikan bekal kepada mereka agar jaga akhlaknya. Minimal dia (warga) tahu mana yang salah dan merugikan orang lain,” tuturnya.

Kegiatan itu pun diakui Budi masih tak terlalu ramai didatangi warga. Sejak diadakan tujuh bulan lalu, program kuliah subuh masih berusaha memberikan perubahan. “Tiap hari, ada saja. Tapi kami kan mengubah perilaku orang tak bisa drastis,” katanya.
(Muspri-sisiduni.com)