Home » News » Antar Pacar Dini Hari, Pemuda Ini Berurusan Dengan Polisi

Antar Pacar Dini Hari, Pemuda Ini Berurusan Dengan Polisi



Jakarta – Seorang sopir angkutan kota (angkot), bernisial Lm (24) di Sorong Timur, Papua Barat lagi apes. Lantaran terlambat mengantar pulang pacarnya Sn (21), dia harus berurusan dengan kepolisian, Selasa (7/3/2017).

Antar Pacar Dini Hari, Pemuda Ini Berurusan Dengan Polisi

Gambar ilustrasi

Lm dilaporkan pihak keluarga Sn ke Polsek Sorong Timur dengan tuduhan penculikan. Laporan keluarga cukup beralasan. Pasalnya, telepon genggam Lm dan Sn tidak bisa dihubungi. “HP kami berdua low bat, jadi mati memang,” katanya pada Radar Sorong, di Polsek Sorong Timur, Selasa siang.

Baca juga : Guru Ngaji Yang Sempat Dituding Cabuli Bocah Divonis Bebas

Dia menceritakan, kejadian bermula pada Senin (6/3/2017) malam. Seperti biasa, malam itu Lm menjemput Sn untuk kemudian diajak jalan. Pihak keluarga Sn telah berpesan kepada keduanya untuk pulang di bawah jam 9 malam. Mendengar permintaan keluarga, Lm menyanggupi.

Lm lalu mengajak Sn yang berstatus mahasiswi semester empat itu ikut dengannya mencari penumpang. Hingga akhirnya Lm diminta untuk mengantar temannya menuju Pelabuhan Sorong. “Teman ini mau berangkat ke Kalimantan. Jadi barang semua naik, selesai dibayar baru kami pulang,” katanya.

Di sii lain, pihak keluarga Sn merasa khawatir. Sn dan Lm tidak dapat dihubungi. Pihak keluarga kemudian meminta bantuan Bhabinkamtibmas Kelurahan Klasabi, AIPDA Fahri Husen dan Polsek Sorong Timur untuk mencari keberadaan Sn.

Keluarga khawatir Lm membawa Sn keluar kota. Bhabin dan anggota piket kemudian menyebar untuk mencari keberadaan sepasang kekasih tersebut. Hingga pukul 24.00 WIT, anggota piket mendapati keduanya tengah berada di kawasan traffic light Km 8.

“Jadi pihak keluarga ini dengar kabar saya mau bawa anak perempuannya ke Kalimantan. Padahal teman saya yang mau berangkat,” kata Lm.

Meskipun deikian, Pihak keluarga Sn tak mau mengalah. Mereka tetap menyeret Lm ke balik jeruji besi. “Kalau keluarga masih tidak bisa terima saya akan hubungi kepala suku. Kejadian ini harus jadi pembelajaran ke depan. Untuk laki-laki agar lebih tepat waktu kalau ajak anak gadis orang keluar,” kata Bhabin Kamtibmas.

(bens – sisidunia.com)