Home » News » Masuk Masa Cuti Kampanye, Ahok Serahkan Nama Masjid Raya Pertama Milik DKI Kepada Presiden

Masuk Masa Cuti Kampanye, Ahok Serahkan Nama Masjid Raya Pertama Milik DKI Kepada Presiden



Jakarta – Pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama dan Djarot Syaiful Hidayat lolos Pilkada DKI 2017 putaran kedua. Keduanya pun diwajibkan untuk kembali mengambil cuti masa kampanye. Oleh karena itu, sehari sebelum cuti kampanye putaran kedua, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meninjau pembangunan masjid raya DKI Jakarta yang berada di Daan Mogot, Jakarta Barat.

Masuk Masa Cuti Kampanye, Ahok Serahkan Nama Masjid Raya Pertama Milik DKI Kepada Presiden

Ahok meninjau proses pembangunan Masjid Raya pertama Milik DKI

Ahok mengatakan, masjid yang terdiri atas lima menara dan bisa menampung 12.500 jemaah itu dapat selesai akhir Maret ini. Oleh karena itu, dia menitipkan penyelesaian masjid pada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta agar lebih cepat.

“Kita mengharapkan cutinya saya, Plt bisa menyiapkan ini cepat. Karena akan diresmikan oleh Presiden. Saya harap yang tanda tangan prasasti semua Presiden,” kata Ahok di Masjid Raya Daan Mogot, Senin, 6 Maret 2017.

Masjid raya pertama milik DKI itu terdiri atas dua lantai. Hingga kini, masjid itu belum memiliki nama. Ahok menyerahkan pemberian nama masjid itu pada Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

“Nanti tanya Presiden kali, Presiden yang resmikan,” kata Ahok.

Diketahui, ide pembangunan masjid raya DKI sejak 2012 yang lalu atau sejak Presiden Joko Widodo yang masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman DKI Jakarta, Arifin, mengatakan saat ini pembangunan masjid raya tersebut sudah mencapai 80 persen.

Baca juga : Maju Putaran Kedua dan Kembali Cuti Kampanye, Djarot : Kerjanya Kapan Bagi Petahana ?

Masjid itu juga dilengkapi dengan ruang serbaguna, ruang perpustakaan, dan kantor dewan masjid.

“Berbeda dengan masjid lainnya karena di situ ada ruang buat sarana pendidikan, ruang untuk ekonomi, ruang perkantoran, ruang-ruang yang memang diperuntukkan untuk itu,” ucap Arifin.

Arifin menjelaskan masjid raya tersebut meniru konsep masjid yang dikenalkan Nabi Muhammad SAW. Maksudnya, mana masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan, sosial dan ekonomi.

“Konsepnya itu masjid Nabi ya, yang di dalamnya mengembangkan berbagai fungsi. Bukan cuma sarana ibadah, tapi juga sarana pendidikan, sarana sosial, dan sarana ekonomi,” ucap Arifin.
(Muspri-sisidunia.com)