Home » News » Warga Bali Antusias Menyambut Kedatangan Raja Salman dan Rombongan

Warga Bali Antusias Menyambut Kedatangan Raja Salman dan Rombongan



Denpasar – Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud beserta rombongan telah tiba pada hari sabtu (04/03/2017) kemarin. Raja Salman beserta rombongan tiba di Bandar Udara Ngurah Rai Denpasar, Bali, pada sabtu sore. Cuaca di Bali pada saat itu berangin lembut dan cerah.

Warga Bali Antusias Menyambut Kedatangan Raja Salman dan Rombongan

Antusiasme warga Bali saat melihat kedatangan Raja Salman beserta rombongan

“Sang pangeran datang…sang pangeran datang,” ujar seorang bocah ketika rombongan Raja Salman melintas di depan Taman Satrya Gatotkaca. Penduduk setempat menyebutnya Taman Patung Kuda.

Raja Salman berada di mobil nomor dua dari depan. Iring-iringan yang dikawal polisi dan Paspampres itu mendapat sambutan meriah dari seluruh penjuru kota.

Sambil membuka kaca mobil, Raja Salman melambaikan tangan kepada penduduk yang sudah menunggunya sejak sore hari. Sorak sorai anak-anak terdengar, sambil mengabadikan kedatangan Raja dengan telepon seluler mereka.

Bendera Merah Putih dan bendera Arab Saudi berkibar di sekujur Bali. Mulai sopir taksi hingga ibu-ibu penjaja makanan juga tak luput membicarakan kedatangan Raja di tanah dewata itu.

Ni Ketut Yuli Puspasari, salah satu warga Denpasar mengatakan, kedatangan Raja Salman disambut baik oleh warga Bali. “Meskipun mempunyai perbedaan kultur dan agama, tapi perbedaan bukan sesuatu yang harus diributkan,” kata dia.

Ia berharap, kedatangan Raja Salman bisa menjadi contoh yang baik untuk rakyat Indonesia. Bahwa toleransi bisa menyejukkan ketimbang saling gontok-gontokan persoalan agama.

Baca juga : Selama Liburan di Bali, Raja Salman Dikawal 6 Kapal Perang

Di Bali sendiri ada empat nilai kearifan lokal yang mendukung toleransi. Yakni, paros-paros yang berarti merasa senasib sepenanggungan.

Selanjutnya menyamabraya yang berarti merasa selalu bersaudara. Nilai ketiga adalah matilesang raga yang berarti pandai menempatkan diri. Terakhir, nawang lek yang artinya berperilaku tidak neko-neko.

Pesan toleransi ini juga disampaikan oleh Raja Salman saat bertemu tokoh agama di Jakarta. Menurut dia, toleransi dan keberagaman harus terus dijaga oleh semua pemeluk agama.

Bagi Bali, selama ini perbedaan kultur dengan Timur Tengah memang menjadi salah satu penghambat masuknya wisatawan dari kawasan itu.

“Rajanya saja berlibur ke sini, rakyatnya seyogyanya juga ikut berlibur ke Bali,” kata Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bali, Tjokorda Artha Ardana Sukawati.

Saat ini, kata dia, wisatawan dari Timur Tengah tercatat 48 ribu orang di tahun 2016. Tahun ini, dengan adanya kunjungan Raja Salman diharapkan wisatawan dari Timur Tengah bisa mencapai 100 ribu orang.
(Muspri-sisidunia.com)