Home » News » Jordania Eksekusi Mati 15 Orang, 10 Diantaranya Narapidana Kasus Terorisme

Jordania Eksekusi Mati 15 Orang, 10 Diantaranya Narapidana Kasus Terorisme



Amman – Semua Negara di Dunia tengah berupaya memberantas terorisme dengan berbagai macam caranya masing-masing. Salah satunya ada yang menghukum mati para pidana kasus terorisme seperti yang terjadi di Negara Jordania.

Jordania Eksekusi Mati 15 Orang, 10 Diantaranya Narapidana Kasus Terorisme

Ilustrasi

Pada hari sabtu (04/03/2017), Pemerintah Jordania melaksanakan eksekusi mati terhadap 15 orang. Seorang sumber badan peradilan dan juru bicara pemerintah setempat, Mohammad Al Moman mengatakan 10 di antaranya merupakan narapidana kasus terorisme.

Seperti dilansir Antara, Minggu 5 Maret 2017, kasus yang menjerat terpidana mati beragam, mulai dari serangan sepuluh tahun lalu terhadap sejumlah wisatawan negara Barat hingga pembunuhan terhadap seorang penulis.

Kemudian, Al Momani mengatakan salah satu orang yang dieksekusi mati adalah seorang pria yang divonis dalam kasus serangan tahun lalu di sebuah markas intelijen. Lima personel keamanan tewas akibat kejadian itu.

Lima narapidana lainnya terlibat dalam serangan oleh pasukan keamanan ke sebuah tempat persembunyian kelompok militan di kota Irbid. Serangan terjadi pada tahun yang sama yang mengarah pada terbunuhnya tujuh milisi dan satu personel kepolisian.

Seorang sumber peradilan mengatakan pihak berwenang juga mengeksekusi seorang pria, yang tahun lalu menembak hingga tewas seorang penulis beragama Kristen di luar pengadilan.

Penulis nahas tersebut diadili karena menghina agama setelah ia menyebarkan di media sosial kartun yang menghina Islam.

Baca juga : Kepolisian Belgia Hingga Kini Masih Melakukan Investigasi Terkait Serangan Teroris November 2015 di Paris

Di antara kesepuluh narapidana itu ada satu pria yang divonis mati karena menembaki sekelompok wisatawan negara Barat di dekat teater terbuka Roma di pusat kota Amman pada 2006. Penembakan itu menewaskan satu warga Inggris dan melukai lima orang, kata sumber peradilan tersebut.

Lima orang lainnya menjalani hukuman mati karena melakukan pemerkosaan dan serangan seksual. Sisanya terkait dengan sejumlah insiden terpisah yang terjadi pada masa lalu hingga 2003.

Menurut seorang sumber bidang peradilan, jumlah narapidana yang dieksekusi seharian pada Sabtu merupakan yang terbesar dalam sejarah Jordania belakangan ini.

Organisasi Amnesty International mengecam eksekusi yang dilakukan dengan cara menggantung tersebut. Mereka mengatakan bahwa hukuman mati tersebut dilakukan secara “rahasia dan tanpa keterbukaan”.

“Skala eksekusi massal hari ini sangat mengejutkan dan merupakan langkah mundur besar menyangkut perlindungan hak asasi manusia di Jordania,” kata Samah Hadid, wakil direktur Amnesty Internasional kantor wilayah Beirut, kepada Reuters.
(Muspri-sisidunia.com)