Home » News » Hotel di Nusa Dua Bali Laris Manis Terkait Kedatangan Raja Salman

Hotel di Nusa Dua Bali Laris Manis Terkait Kedatangan Raja Salman



Jakarta – Kedatangan Raja Arab Saudi, Salman bin Abdulaziz al-Saud, membawa imbas positif bagi Pulau Bali. Salah satunya, hotel-hotel berbintang yang ada di Kawasan Nusa Dua, Bali, hampir tak bisa lagi dipesan wisatawan.

Hotel di Nusa Dua Bali Laris Manis Terkait Kedatangan Raja Salman

Raja Salman

Kondisi tersebut terjadi lantaran pemimpin berusia 81 tahun ini juga ikut membawa 1.500 rombongan yang terdiri dari para pangeran, keluarga, keamanan, dan para pengusaha Arab Saudi.

Baca juga : Sambut Raja Salman, DPR Akan Putarkan Film Pendek Kunjungan Raja Faisal 47 Tahun Yang Lalu

Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Bali, Tjokorda Gede Artha Ardhana Sukowati, mengatakan Kerajaan Arab Saudi telah memesan hotel untuk rombongan inti sebanyak 1.500 orang jauh-jauh hari. Ini belum termasuk rombongan lain yang tentu akan menyertai Raja Salman selama di Bali.

“Terhadap Nusa Dua sekarang pengaruhnya sudah hampir semua hotel sudah full booked. Bahkan sudah ada 4 hotel yang diblok karena seluruhnya sudah dipesan dan tak boleh ada yang menginap selain rombongan kerajaan,” kata Tjokorda kepada detikFinance, Kamis (2/3/2017).

Menurutnya, hotel tempat menginap sang raja, The St Regis Bali Resort, akan steril dan hanya digunakan untuk Kerajaan Arab Saudi hingga kepulangannya pada 4-9 Maret nanti. Berdasarkan informasi yang dihimpun, selain St Regis, rombongan Raja lainnya disebutkan menginap di Hotel Hilton, Hotel Mulia, Hotel Bvlgari dan Hotel Lagoon.

“Jadi sekarang nanti tanggal 4 sampai tanggal 9 itu sudah steril. Semua tamu diblok kecuali untuk rombongan Raja Salman. Sudah tertutup untuk umum,” ungkap Tjokodra.

Hotel St Regis yang jadi tempat menginap sang raja. Sehingga seluruh kamar di hotel bintang 5 tersebut sudah tidak boleh lagi dipesan oleh pihak lain alias bersifat privat.

“Hotel itu nanti sudah steril, semuanya sudah diblok untuk pihak lain. Karena semua sudah dipesan jauh hari, satu hotel seluruhnya sudah di-booking. Tak lagi untuk umum nanti,” ucap Tjokorda.

Tjokorda mengatakan, hotel yang berada di Nusa Dua tersebut saat ini sebenarnya hanya memiliki kamar sebanyak 124 kamar. Namun, semua kamar hotel yang dikelola Starwood Hotels & Resorts Worldwide memiliki fasilitas yang terbilang sangat mewah.

“Saya kira kalau diblok ya untuk keamanan juga. Jumlah kamarnya memang ada 124, tapi bisa saja tak semuanya dipakai. Rombongannya kan banyak,” jelas Tjokorda.

(bens – sisidunia.com)