Home » News » Sejumlah Wanita Pol PP Mengaku Payudaranya Digerayangi Oleh Rekannya Sendiri

Sejumlah Wanita Pol PP Mengaku Payudaranya Digerayangi Oleh Rekannya Sendiri



Semarang – Jajaran Satpol PP Kota Semarang dihebohkan dengan kabar pelecehan seksual terhadap para pegawai honorer wanita saat mengikuti kegiatan Jeritan Malam di Gedongsongo, Kabupaten Semarang, Jumat-Sabtu 3-4 Februari 2017.

Sejumlah Wanita Pol PP Mengaku Payudaranya Digerayangi Oleh Rekannya Sendiri

Ilustrasi

Inspektur Kota Semarang, Cahyo Bintarum membenarkan adanya dugaan pelecehan seksual tersebut.

“Laporan resmi sudah kami terima Senin (28/02/2017). Korban ada tiga orang. Kalau jumlah pelaku masih dalam penyelidikan,” ujarnya, Rabu (01/03/2017).

Inspektorat, kata Cahyo, masih menyerahkan penyelidikan secara internal Satpol PP. “Hasil dari penyelidikan internal baru diserahkan ke inspektorat untuk ditindaklanjuti lebih lanjut,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Endro Pudyo masih belum bisa dihubungi.

Dua korban telah melapor ke Satpol PP, namun tidak ada solusi tindakan setelah kejadian. Kemudian kasus ini dilaporkan ke inspektorat.

Dari tujuh gadis-gadis itu sudah dua korban yang menunjuk kuasa hukum untuk menuntut keadilan.

Hermansyah Bakri kuasa hukum korban pelecehan seksual tersebut, membeberkan kejadian yang dialami dua perempuan honorer Satpol PP Semarang tersebut. Dua wanita itu inisial NC dan RN.

Korban mengaku disuruh buka pakaian namun menolaknya. Kemudian payudara korban dipegang oleh pelaku.

“Sebenarnya ada tujuh korban, pelaku diduga oknum Satpol PP honorer angkatan 2013,” kata Hermansyah.

Hermansyah mengatakan, tujuh korban mengikuti kegiatan Caraka Linmas. Dalam kegiatan tersebut tiap anggota berjalan sendirian di tengah malam.

Baca juga : Gara-gara Nonton Video Hot, Siswa SMA Ini Tega Cabuli Pacarnya Yang Masih 14 Tahun

“Ketika berjalan sendirian, diduga pelaku muncul, berdalih membersihkan baju korban yang kotor sambil memegang payudara pelaku. Tidak cuma memegang payudara, diduga pelaku juga meminta korban melepaskan celana. Tapi korban menolak. Bahkan diduga pelaku mengaku tidak sadar karena kerasukan,” ujarnya.

Jika tidak ada tindakan tegas, Hermansyah akan melaporkan kasus ini ke Polda Jateng.

“Korban warga Kota Semarang tapi kejadian di Kabupaten Semarang sehingga kami akan melaporkan ke Polda Jateng jika tidak ada tindakan tegas kepada terduga pelaku,” ujarnya.

Korban, kata Hermansyah, diminta menandatangani surat pernyataan untuk tidak menyebarluaskan kasus asusila ini. Tapi korban menolak tanda tangan.
(Muspri-sisidunia.com)