Home » Sport » Daud Jordan Menganggap Pertarungan Melawan Petinju Thailand Hanya Pemanasan

Daud Jordan Menganggap Pertarungan Melawan Petinju Thailand Hanya Pemanasan



Jakarta – Pada 25 Maret 2017, petinju terbaik Indonesia Daud Yordan, akan kembali naik ring. Cino julukan Daud Yordan ditantang oleh Campee Phayom, pemuda 19 tahun asal Thailand. Duel seru ini akan digelar di OCBC Arena Singapura.

Daud Jordan Menganggap Pertarungan Melawan Petinju Thailand Hanya Pemanasan

Daud Jordan

Hingga saat ini, Daud masih tercatat sebagai pemegang sabuk kelas ringan (61,2 kg) WBA International.

Baca juga : Wow, Inter Milan Kalah dan Didenda Rp 282 Juta

Daud terakhir kali naik ring pada 4 Juni 2016 lalu kala menang atas petinju Argentina, Christian Rafael Coria dalam pertandingan yang berlangsung di Montevideo, Uruguay.

Sedangkan, lawannya Phayom, baru saja naik ring 27 Januari lalu, dia membekap KO petinju Tiongkok, Jen Yu Jia.

Perbedaan usia kedua petinju bakal memberikan kesulitan tersendiri buat Daud. Phayom yag lebih muda 10 tahun diprediksi bakal tampil lebih spartan. Sebab, daya juang dan stamina muda petinju 19 tahun itu bisa saja menjungkalkan Daud.

Tetapi, Daud yang menjadi salah satu kebanggaan tinju Indonesia pasca Chris Jhon gantung sarung tinju akan mengandalkan pengalaman tanding yang lebih banyak.

Daud sendiri menjanjikan mendulang kemenangan KO dalam duel lawan Phayom nantinya. ”Pertarungan nanti akan menjadi pemanasan untuk laga saya berikutnya, yang kemungkinan juga akan digelar di Singapura,” dalam surat elektronik Mahkota Promotions selaku promotor pertandingan tersebut.

Selain itu, keinginan Daud untuk memberikan kesan positif buat publik tinju Singapura cukup besar. Wajar saja, bagi Daud laga menghadapi Phayom nanti bakal menjadi yang keempat kalinya tertarung di Singapura. Statistik pertandingan Daud di Singapura itu cukup positif.

Dari tiga pertandingan yang sudah dia jalani, dua di antaranya berakhir KO saat menghadapi Ekawit Sithsorwor (Thailand/2007) dan Lorenzo Villanueva (Filipina/2012). Satu pertandingan lainnya berakhir dengan kemenangan angka, kala dia bersua petinju Mongolia, Choi Tseveenpurev (2012).

Terkait persiapan, Daud juga sudah mengintai permainan sang lawan, Phayom. Dia melihat lawannya itu punya kemampuan yang jarang dimiliki petinju Thailand lainnya.

”Dia tidak hanya maju menyerang, namun juga lincah bergerak,” bebernya. Untuk itu, Daud mengatakan bakal mewaspadai pergerakan sang lawan.

Hingga kini, Cino tetap menjalani persiapan dibawah arahan pelatihnya, Craig Cristian di Sasana Mirah Bali. Urgyen Rinchen Sim, penata tanding Mahkota Promotions mengatakan bahwa pihaknya punya kewajiban dalam mejaga kans Daud menjadi juara dunia.

”Kami terus berusaha untuk membuka kerjasama dengan promotor di belahan dunia manapun, demi memberi peluang bagi petinju-petinju Indonesia bertanding dan mendapatkan pengalaman internasional,” katanya.

(bens – sisidunia.com)