Home » Hiburan » BCL Persembahkan Lagu Khusus Untuk BJ Habibie di Konser Perdananya

BCL Persembahkan Lagu Khusus Untuk BJ Habibie di Konser Perdananya



Jakarta – Konser tunggal Bunga Citra Lestari bertajuk ‘It’s Me BCL’ menggambarkan setiap bagian dalam hidupnya. Kali ini ia bercerita tentang orangtuanya.

BCL Persembahkan Lagu Khusus Untuk BJ Habibie di Konser Perdananya

Cover konser tunggal BCL

Di sesi ketiga, berbalutkan gaun emas dengan glitter di sekujur gaunnya, emosional Bunga terpancing. Penyanyi bersuara unik ini menaiki sebuah tangga dan dikurung dengan kain hitam di konser yang diadakan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (1/3/2017).

Baca juga : Anneke Caroline Kecewa, Pengusaha Yang Menghamilinya Tak Mau Bertanggung Jawab

Lagu ‘KuasaMu’ pun berkumandang di setiap ruang. Lalu dilanjutkan dengan lagu berjudul ‘Legenda’ yang dinyanyikannya untuk mengenang art director label musiknya, Aquarius Musikindo, Suwardi Widjaja.

“Berbicara tentang pak Iin (panggilan Suwardi), dia adalah ayah saya dalam musik. Pada saat saya dengar pak Iin tidak ada, dan manajer saya kabarin ‘Nge, Pak Iin udah nggak ada. Dan sempet histeris dan telepon mas Andi Rianto. Kita berdua nangis dan kehilangan seorang Bapak dalam hidup,” ujar Bunga.

Bunga seakan menggambarkan setiap orang yang sangat berpengaruh dan menggambarkan sosok panutan baginya.

Tak hanya Suwardi, sosok ayah dan ibu kandungnya juga ia gambarkan dalam lagu yang dibawakan dalam konsernya yang mengambil konsep ‘Lucid Dream’.

Lagu karya The Mercys berjudul ‘Ayah’ dan karya Melly Goeslaw berjudul ‘Bunda’ dinyanyikan olehnya dengan berlinang air mata.

“Mereka mengajarkan saya bagaimana menjadi orang yang baik dan terima kasih untuk pelajaran baiknya. Terima kasih mami papi. I love you,” ungkapnya sambil menahan tangis.

Selain itu, cinta sejati juga ia gambarkan dalam beberapa lagu ost. Film Habibie Ainun yang menggambarkan kisah cinta antara BJ Habibie dan Almarhumah Ainun.

“Saya yakin. Cinta sejati itu ada dan seperti cinta yang menggambarkan cinta anak manusia yang harus dipisahkan. Dan ini untuk Eyang Habibie,” ungkapnya.

(bens – sisidunia.com)