Home » News » Harapkan Putaran Kedua Lancar, KPU DKI Minta Warga Aktif Cek DPT

Harapkan Putaran Kedua Lancar, KPU DKI Minta Warga Aktif Cek DPT



Jakarta – Hasil quick count maupun real count untuk Pilkada DKI 2017 sudah selesai dilakukan. Hasilnya sudah dipastikan bahwa Pilkada DKI Jakarta 2017 akan berlangsung selama dua putaran.

Harapkan Putaran Kedua Lancar, KPU DKI Minta Warga Aktif Cek DPT

Pilkada DKI 2017

Pada putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017 nanti, kandidat yang akan maju adalah Paslon Nomer urut 2, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat, dan Paslon Nomer urut 3, Anies Baswedan-Sandiaga Uno. Hasil keduanya pada putaran pertama kemarin tidak terlalu jauh dan terlihat saling berkejaran.

Kini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta tengah disibukkan dengan persiapan jelang Pilkada DKI Jakarta 2017 putaran yang kedua. KPU berusaha semaksimal mungkin tidak ada kekurangan dalam hal pelaksanaan Pilkada DKI 2017 putaran kedua nanti.

Oleh karena itu, KPU meminta agar masyarakat ibukota terutamanya yang belum terdaftar di dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada putaran pertama Pilgub DKI Jakarta 2017 untuk aktif mendaftarkan diri dan mengecek ke instansi terkait.

Hal ini dimaksudkan agar mencegah terulangnya kekisruhan yang disebabkan banyaknya warga yang tidak tercantum dalam DPT untuk menggunakan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang terbatas jumlah form Daftar Pemilih Tambahan (DPTb).

Baca juga : Pilkada DKI 2017 : Berlangsung Dua Putaran, KPU Fokuskan Akurasi Data Pemilih

Ketua KPU DKI Jakarta, Sumarno, mengatakan pihaknya saat ini sedang menyusun jadwal dan alur pemuktahiran data DPT untuk putaran kedua Pilgub DKI Jakarta 2017 yang akan berlangsung pada pertengahan April mendatang.

“Saat ini sedang kita susun teknisnya secara mendetail, bagi warga yang kemarin belum tercantum dalam DPT diharapkan aktif mendatangi instansi terkait seperti petugas Dukcapil di kantor kelurahan atau Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP),” ujar Sumarno, Selasa (28/2) pagi ketika dikonfirmasi Suara Pembaruan.

Syarat pendaftaran agar masuk dalam DPT KPU DKI yakni memiliki Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) atau Surat Keterangan (Suket) bukti dari Instansi Dukcapil sudah melakukan perekaman e-KTP, Kartu Keluarga (KK), dan sudah diverifikasi oleh petugas terkait.

“Masyarakat perlu menyadari bahwa pemilu itu tidak hanya saat proses saat pencoblosan saja, tapi mereka harus membuka diri untuk di data dalam proses administrasi kependudukan. Kebanyakan permukiman eksklusif masih menutup diri saat pemuktahiran DPT putaran pertama lalu,” lanjutnya.

Disebutkannya, perihal pemuktahiran DPT pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan jajaran instansi terkait seperti Dinas Dukcapil, Kelurahan, dan Kecamatan, agar proses verifikasi bisa berjalan dengan baik.

“Kita sedang susun tanggal dimulainya pendaftaran pemuktahiran DPT, jika memang sudah di susun sempurna barulah bisa kita mulai sosialisasikan ke petugas dan instansi terkait,” tandasnya.
(Muspri-sisidunia.com)